Dinilai Bermuatan SARA & Ujaran Kebencian

LAM Riau polisikan Tulisan Opini Ketua OKP Lingkar Anak Negeri

Penulis : user | Selasa, 13 November 2018 - 14:18 WIB

Tim Pengacara LAM Riau Wan Subantriarti SH MH (Ketua Tim/Tengah), Arnita SH (Kiri) dan Azwar Rizki Ali SH (Kanan), menunjukkan Laporan dan Screen Shoot Bukti Tulisan Opini | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - ‎Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau melaporkan Ketua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Lingkar Anak Negeri Riau (LAN-R) Riau berinisial AF ke Kepolisian Daerah (Polda) Riau.

AF alias Wira dilaporkan atas dugaan pencemaran Nama baik terhadap Suku dan Lembaga Adat.

Dalam tulisan opininya yang disiarkan di sedikitnya lima media daring tersebut disebut LAM Riau sangat merugikan nama baik lembaga adat tersebut. 

Selain AF, LAM Riau juga melaporkan dugaan postingan seseorang di grup Whatsapp yang diduga mengirimkan narasi bermuatan negatif dan fitnah terhadap LAM Riau.

"Untuk memberantas Hoax dan Fitnah. Hari ini, kami sebagai Kuasa Hukum Lembaga Adat Melayu Riau secara resmi melaporkan ‎oknum Ketua OKP berinisial AF yang diduga menebar Opini sesat di Media Online. Dan, kami juga melaporkan postingan diduga bermuatan fitnah terhadap LAM," ujar Pengacara LAM Riau Wan Subantriarti SH MH bersama Tim LBH LAM Riau, Arnita SH, Selasa (13/11/18).

Opini berjudul 'Menabal Pada yang Patut; Datuk Seri Pembual Utama' tersebut, jelas Wan, terdiri dari 18 Paragraph dan 55 Kalimat.

"Opini itu satu kesatuan dari Kata, Kalimat dan Paragraph. Yang kita cermati dari sisi Bahasa, yang bersangkutan mulai menebar kesimpulan bermuatan negatif di Paragraph 15 hingga 17. Yang intinya, menebar Opini Negatif terhadap Lembaga terhormat ini," beber Wan.

Dari hasil telaah Tim Hukum LAM Riau, lanjutnya, AF diduga tidak senang dan ingin menyerang subjek orang di Opini tersebut. Namun, jelasnya, Opininya malah menjatuhkan Lembaga terhormat selaku Subjek Lembaga.

Tak hanya itu, kata Wan, AF juga memplesetkan Gelar Adat dengan menambahkan kata-kata tidak pantas di Gelar terhormat.

"Ini penghinaan terhadap Suku Melayu. Para Datuk adalah orang-orang yang sangat kami hormati selaku Penghulu Adat yang Adil, Arif dan Bijaksana. Apalagi Datuk Seri," ‎tegasnya.

‎Menurut Wan, kajian hukum dari bahasa di Opini tersebut sudah diteliti termasuk soal motifnya yang menyebut kata 'Elektabilitas'.

"Jadi kita telah sudah jelas. Sepertinya yang bersangkutan tidak senang secara Politik dan ingin menjatuhkan seseorang. Itu motifnya. Namun, dia mau tak mau melakukan fitnah terhadap Lembaga," ucapnya lagi.

Dilanjutkannya, untuk laporan ke dua adalah postingan yang dibuat seseorang yang juga diduga fitnah terhadap Lembaga di sebuah grup WA 'Blok Rokan'.

"Jadi ada dua laporan. Pertama soal Opini Sesat, kedua soal Postingan Fitnah ‎di grups Whatsapp. Demi Marwah dan Martabat orang Melayu dan Lembaga Adat, kami harap Kepolisian segera menindaklanjuti," harap Wan. 

Terpisah Kasubdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau AKBP Jhon Ginting, Selasa (13/11/18) siang, membenarkan perihal tersebut. 

"Ya benar, tadi baru masuk laporannya. Untuk sementara kita pelajari dan ditelaah dulu, ya," tutup Jhon.

Berikut kutipan opini AF dari paragraf 15 hingga 17 yang dilaporkan oleh LAM Riau.

"Ah sudahlah, sejenak mungkin saya harus amnesia dengan apa yang sudah terjadi. Tapi bagi Tuan Puan yang tak setuju dengan gelar adat yang akan diberikan, anggap saja itu nanti hanya penabalan icak-icak.

Karena memang yang akan ditabalkan itu bisa didandani menjadi berbagai rupa. Bisa tiba-tiba ia pecinta grup band metal, hobi chopper dadakan, apa saja, asal disorot kamera tuk elektabilitas.

Dan juga bagi Tuan Puan merasa banyak janji-janji kampanye empat tahun lalu yang tak dipenuhi, boleh juga usulkan nama gelar adat yang akan diberi. Datuk Seri Pembual Utama. Mungkin.

Namun jika ada Tuan Puan miang, karena apa yang saya cakap, mari kita merajut pandang, menuang remah-remah kearifan sambil ngupi. 300 meter Gerbang Emas Purwodadi, di meja kopi peradaban." [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :