Mapala Laksamana Polbeng Gelar Seminar Nasional, Lanjutkan dengan Aksi Penanaman Mangrove

Beritariau.com, BENGKALIS – Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menggelar Seminar Nasional Penanaman Mangrove sebagai upaya meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian ekosistem pesisir, Minggu (1/11/2026).
Mengangkat tema “Penanaman Mangrove sebagai Aksi Nyata dalam Mewujudkan Ekosistem Pesisir yang Berkelanjutan”, kegiatan yang berlangsung di Aula Teknik Informatika Polbeng tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur I Polbeng, Ir. Romadhoni.
Dalam sambutannya, Romadhoni mengapresiasi inisiatif Mapala Laksamana yang telah menghadirkan ruang edukasi sekaligus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis, Rinto, dan Khaidir Air dari Koalisi Air Rakyat.
Rinto memaparkan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan dan pelestarian mangrove. Ia mengungkapkan, berdasarkan data 2024, luas eksisting mangrove di Kabupaten Bengkalis mencapai 27.044,6 hektare. Namun, kawasan pesisir masih menghadapi ancaman abrasi dengan rata-rata mencapai 14 meter per tahun.
Untuk mengatasinya, Pemkab Bengkalis mengarahkan kebijakan pengendalian abrasi dan penyusunan masterplan perlindungan pesisir serta mangrove pada 2026. Selanjutnya, periode 2026–2030 difokuskan pada rehabilitasi dan restorasi mangrove melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, mitra pembangunan, dan perguruan tinggi.
Kebijakan tersebut juga sejalan dengan program Bengkalis Lestari yang mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan keseimbangan ekologis, ekonomi, dan sosial.
Sementara itu, Khaidir Air menekankan bahwa pelestarian mangrove tidak cukup hanya melalui penanaman, tetapi harus disertai pemberdayaan masyarakat pesisir. Dengan demikian, konservasi dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Mapala Laksamana Polbeng, Andy Muhammad Rifki, mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan wawasan dan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan.
Senada, Ketua Pelaksana, M. Ridoan, berharap kegiatan tersebut mampu membangun kesadaran kolektif dan mendorong aksi nyata pelestarian lingkungan.
Seminar diikuti sekitar 100 peserta dari unsur mahasiswa, organisasi pecinta alam, pelajar, kelompok pengelola, serta perwakilan Basarnas Bengkalis.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, peserta melaksanakan penanaman mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Paghet Seghaghah, Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis.
Melalui kegiatan ini, Mapala Laksamana Polbeng berharap sinergi pemerintah, akademisi, organisasi lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga ekosistem pesisir.
Mangrove bukan sekadar pelindung pantai, tetapi juga penyangga kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat yang kelestariannya harus dijaga untuk generasi mendatang. (*)

