Pemprov Riau Dukung Kontingen Pesparani ke Nasional 2027

Pemprov Riau Dukung Kontingen Pesparani ke Nasional 2027
Beritariau.com, PEKANBARU – Dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terhadap pembinaan umat Katolik mendapat apresiasi dari Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Riau. Perhatian tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam mempersiapkan kontingen Riau menghadapi Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional IV Tahun 2027 di Manado, Sulawesi Utara.
Ketua LP3KD Provinsi Riau, Pandapotan Sitanggang, menyampaikan apresiasi atas dukungan pembiayaan yang diberikan Pemprov Riau. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang berbagai kebutuhan persiapan hingga keberangkatan kontingen Riau ke tingkat nasional.
Menurut Pandapotan, dukungan ini memiliki arti tersendiri bagi LP3KD. Sebab, sejak dibentuk melalui Surat Keputusan Gubernur Riau pada 2019, lembaga tersebut baru kali ini mendapatkan perhatian nyata dari pemerintah daerah terhadap kebutuhan pembinaan umat Katolik melalui Pesparani.
"Ini menjadi kabar baik bagi kami. Kami menyambut dengan penuh sukacita perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Riau. Setelah tujuh tahun LP3KD terbentuk, akhirnya ada perhatian nyata terhadap kebutuhan pembinaan umat Katolik melalui lembaga ini," ungkap Pandapotan.
Ia menjelaskan, dukungan anggaran tersebut sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan keberangkatan kontingen Riau yang diperkirakan melibatkan 145 peserta beserta pendamping.
Sebelumnya, LP3KD Riau juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Riau. Pembahasan difokuskan pada sejumlah kebutuhan prioritas, termasuk tiket perjalanan dan penyediaan pakaian adat Melayu bagi seluruh kontingen.
Penggunaan pakaian adat Melayu bukan sekadar kebutuhan kostum, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Riau di panggung nasional. Dengan demikian, keikutsertaan kontingen Riau di Manado nantinya sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan khazanah budaya Melayu kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
"Kami berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus diperkuat sehingga seluruh kontingen memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara optimal," ujarnya.
Pandapotan menegaskan, Pesparani tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan seni suara dan liturgi gerejawi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan ruang pembinaan iman, pengembangan talenta, sekaligus penguatan semangat pelayanan sosial di tengah kehidupan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa umat Katolik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Riau dan memiliki tanggung jawab bersama dalam mendukung pembangunan daerah.
Melalui LP3KD, pembinaan umat diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat persatuan, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
"Umat Katolik juga merupakan bagian dari masyarakat Riau. Kami ingin terus berjalan bersama pemerintah, berkontribusi dalam pembangunan, serta menjaga kerukunan dan persatuan. Melalui LP3KD, pembinaan umat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kontribusi tersebut," tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Jon Pinem, menyampaikan bahwa Pesparani memiliki peran penting dalam pembinaan rohani umat melalui kegiatan paduan suara, pendalaman kitab suci, hingga mazmur.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mengembangkan kemampuan seni dan keagamaan peserta, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter generasi muda yang mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus berkontribusi bagi masa depan Provinsi Riau.
Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan pola pergaulan modern, anak-anak membutuhkan ruang pembinaan yang mampu mengarahkan potensi mereka ke kegiatan positif. Pesparani menjadi salah satu wadah untuk membangun karakter, memperkuat nilai ketuhanan, sekaligus menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri.
Gubernur juga menyampaikan penghargaan kepada para pastor, suster, guru, pelatih, serta orang tua yang telah memberikan pendampingan selama proses persiapan dan latihan.
Ia berharap Pesparani mampu melahirkan generasi muda Riau yang tidak hanya memiliki kemampuan dan talenta, tetapi juga berkarakter kuat serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.
Sebelumnya, Pesparani Katolik III Provinsi Riau resmi dibuka di SD Santa Maria Pekanbaru, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari 14 paroki di 10 kabupaten/kota tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pembinaan umat Katolik di Riau.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Misa Syukur di Gereja Santa Maria Fatima Pekanbaru yang dipimpin langsung Uskup Keuskupan Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin, S.X.
Ketua Panitia Pesparani III Riau, Probel Sihombing, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi antarparoki se-Kevikepan Santo Paulus Riau.
Sejumlah cabang perlombaan turut digelar, mulai dari paduan suara, mazmur, tutur Kitab Suci, hingga cerdas cermat rohani.
Pembukaan Pesparani III Riau juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi Riau Monang Pasaribu, Ketua FKUB Riau Mulyardi, perwakilan Gubernur Riau Jon Pinem, Pembimbing Masyarakat Katolik Kanwil Kementerian Agama Riau Alimasa Gea, serta Vikaris Episkopal RD Alexius Sudarmanto.
Kehadiran perwakilan berbagai organisasi keagamaan, seperti PGI, Permabudhi, Walubi, PHDI, Matakin, dan PGLII, turut memperlihatkan kuatnya semangat toleransi dan kebersamaan lintas agama di Provinsi Riau.
Pesparani Katolik III Riau dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (1/11/2026), dengan pengumuman pemenang dan penutupan kegiatan dilaksanakan setelah Misa Penutupan. (*)

