Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal Tantang Ulama Turun Tangan Hadapi Narkoba hingga Judi Online

Beritariau.com, SIAK – Wakil Bupati Siak Syamsurizal mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Siak memperluas peran dan kontribusinya dalam menjawab berbagai persoalan umat. Ulama diharapkan tidak hanya menjadi rujukan dalam persoalan keagamaan, tetapi juga aktif memberikan edukasi terhadap persoalan sosial yang semakin kompleks, mulai dari narkoba, judi online, pinjaman online hingga kesehatan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Syamsurizal saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) V MUI Kabupaten Siak di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat, Jumat (30/10/2026) malam.
Menurutnya, perubahan zaman menghadirkan tantangan yang semakin beragam bagi masyarakat. Derasnya arus informasi, perubahan sosial, serta persoalan moral generasi muda membutuhkan perhatian bersama, termasuk keterlibatan para ulama dalam memberikan bimbingan dan pencerahan.
Syamsurizal menilai MUI memiliki posisi strategis untuk membantu masyarakat memahami berbagai persoalan kehidupan berdasarkan nilai-nilai agama. Karena itu, organisasi tersebut diharapkan mampu hadir lebih dekat dengan umat dan tidak membatasi kiprahnya hanya pada pembahasan persoalan ibadah atau hukum keagamaan.
"Saya berharap MUI tidak hanya bicara masalah agama saja, namun persoalan lain. Seperti judi online, maraknya peredaran narkoba di masyarakat yang sangat mengkhawatirkan kita semua," ujar Syamsurizal.
Ia menegaskan, ulama memiliki kedudukan penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Selain menjadi tempat bertanya mengenai persoalan agama, ulama juga mempunyai tanggung jawab moral untuk memberikan keteladanan, menjaga persatuan, serta memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat.
Pembangunan Daerah Harus Diiringi Penguatan Akhlak
Lebih jauh, Syamsurizal mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus menyentuh kualitas sumber daya manusia, terutama dalam membentuk masyarakat yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial.
Menurutnya, peran ulama dan MUI sangat dibutuhkan untuk memperkuat fondasi moral masyarakat di tengah berbagai perubahan. Edukasi mengenai halal dan haram, bahaya narkoba, praktik pinjaman online bermasalah, serta perjudian daring menjadi bagian dari upaya menjaga umat agar tidak terjerumus dalam persoalan yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sosial.
Dalam kesempatan itu, Syamsurizal juga menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Siak yang telah menyelenggarakan Musda V. Ia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan perumusan langkah strategis organisasi ke depan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak, kami menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Siak yang telah menyelenggarakan Musda ini. Semoga lahir gagasan-gagasan besar, program kerja yang bermanfaat, serta kepengurusan yang mampu membawa manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap hasil musyawarah tersebut melahirkan pemikiran baru dan program nyata yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan serta keberkahan Negeri Istana.
MUI Tegaskan Peran sebagai Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Siak Ahmad Muhaimin mengatakan, MUI memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing umat sekaligus menjaga kehidupan keagamaan masyarakat.
Ia menjelaskan, tugas MUI tidak hanya memberikan pemahaman tentang ajaran Islam, tetapi juga mengawal akidah umat dari berbagai penyimpangan dan memberikan edukasi dalam menghadapi persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain itu, MUI juga berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, terutama melalui penguatan kehidupan keagamaan dan pembinaan masyarakat.
“MUI merupakan pelayan umat, pelayan masyarakat. Tugas MUI mengawal dan membimbing umat, menjaga akidah umat Islam dari penyimpangan, memberikan edukasi keagamaan sekaligus menjadi teman atau mitra pemerintah,” kata Ahmad.
Musda V MUI Kabupaten Siak diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan program kerja yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, MUI dapat terus menjalankan perannya sebagai pembimbing umat, penjaga nilai-nilai keislaman, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat Siak yang religius, harmonis, dan berakhlak. (*)

