Pemkab Inhil Kebut Islamic Center, Masjid Ditargetkan Difungsikan dalam Dua Bulan

Beritariau.com, Tembilahan -- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) terus menggesa pembangunan dan pemanfaatan kawasan Islamic Center Inhil. Pemkab menargetkan masjid yang berada di kawasan tersebut dapat segera digunakan masyarakat meski pembangunan Islamic Center secara keseluruhan belum rampung.
Percepatan pembangunan dilakukan melalui pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Islamic Center serta penguatan kolaborasi dengan perusahaan swasta dan masyarakat.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dihadiri Bupati Inhil Herman, Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil Tantawi Jauhari, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Inhil.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Inhil menetapkan sejumlah pekerjaan sebagai prioritas awal. Perbaikan difokuskan pada bagian kubah dan atap masjid yang mengalami kebocoran.
Selain itu, pembenahan juga dilakukan terhadap tempat wudu, sistem kelistrikan, serta fasilitas mekanikal agar masjid layak dan aman untuk segera dimanfaatkan.
Bupati Inhil Herman mengatakan, percepatan tersebut dilakukan agar keberadaan masjid di kawasan Islamic Center tidak hanya menjadi bangunan, tetapi dapat segera dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan.
“Prioritas awal kita adalah memperbaiki kubah dan atap masjid, kemudian tempat wudu serta fasilitas elektrikal dan mekanikal,” ujar Herman.
Gandeng Perusahaan untuk Dukung Pembangunan
Untuk mempercepat pembangunan, Pemkab Inhil juga membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta. Sejumlah perusahaan telah menyatakan komitmennya untuk membantu melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Tiga perusahaan yang telah menyatakan komitmen tersebut yakni PT Guntung Idamannusa, Sambu Group dan PT Oscar Group.
Herman mengatakan dukungan dari perusahaan maupun masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempercepat penyelesaian Islamic Center.
“Tentunya kita membuka ruang bagi perusahaan maupun masyarakat yang ingin berkontribusi. Kebutuhan pembangunan akan dipetakan secara terperinci agar dukungan yang diberikan dapat tepat sasaran,” katanya.
Selain CSR perusahaan, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk berkontribusi melalui infak, sedekah dan wakaf.
Pemkab Inhil memastikan seluruh dukungan masyarakat akan dikelola secara transparan. Untuk itu, telah disiapkan rekening khusus Tim Percepatan yang dikelola bendahara.
Seluruh penerimaan dan penggunaan dana nantinya dicatat dan disampaikan secara terbuka sehingga pengelolaan bantuan dapat dipertanggungjawabkan.
Masjid Ditargetkan Segera Dibuka
Pemkab Inhil tidak ingin masyarakat harus menunggu hingga seluruh kawasan Islamic Center selesai 100 persen untuk dapat menggunakan masjid.
Setelah perbaikan kubah selesai, masjid ditargetkan sudah bisa mulai difungsikan dalam waktu satu hingga dua bulan.
Pelaksanaan salat lima waktu nantinya akan melibatkan masyarakat, anak-anak sekolah, guru, serta para pekerja yang berada di sekitar kawasan Islamic Center.
Pemanfaatan masjid juga akan didukung dengan semangat gotong royong dan pengamanan bersama agar aktivitas ibadah dapat berjalan dengan baik.
“Masjid diharapkan sudah dapat difungsikan sambil proses penyempurnaan kawasan terus berjalan,” ujar Herman.
Sementara itu, untuk penyelesaian seluruh kawasan Islamic Center, Pemkab Inhil menargetkan pembangunan dapat rampung dan beroperasi penuh paling lambat dalam kurun waktu dua tahun.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjadikan Islamic Center sebagai pusat ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. (*)

