Maulid Nabi di Masjid Agung Al Huda

Bupati Inhil Ajak Teladani Akhlak Rasulullah dan Waspadai Karhutla

Bupati Inhil Ajak Teladani Akhlak Rasulullah dan Waspadai Karhutla

Beritariau.com, Tembilahan -- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Al Huda, Tembilahan, menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pesan tersebut disampaikan Bupati Inhil Herman melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil Tantawi Jauhari dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung Senin (24/8/2026), bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah.

Tantawi menyampaikan bahwa peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya dilakukan sebagai kegiatan seremonial. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah, seperti kejujuran, kasih sayang, keadilan dan kepedulian terhadap sesama, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tantangan besar bagi kita hari ini adalah menjaga generasi. Pesan saya untuk orangtua dan tenaga pendidik, jangan lelah menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dan mengenalkan tentang Rasulullah sejak dini, agar anak cucu kita tumbuh cerdas dalam nilai-nilai religius,” ujar Tantawi mewakili Bupati Herman.

Dalam kegiatan tersebut, tausiah disampaikan Ustaz Syafrinaldi dari Pekanbaru. Ia mengajak umat menjadikan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman untuk terus memperbaiki diri.

“Meniru Nabi Muhammad tidak mungkin sempurna, setidaknya pakai spirit Nabi dalam menjalani kehidupan ini, tanamkan dalam diri untuk terus memperbaiki akhlak, menjauhi kebencian, sifat sombong, iri dengki dan perbuatan tercela lainnya,” pesan Syafrinaldi.

Selain menyampaikan pesan keagamaan, Tantawi turut mengingatkan masyarakat mengenai ancaman karhutla yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah Inhil.

Ia menyebut terdapat sekitar 200 titik api atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Inhil. Pemerintah bersama aparat dan seluruh pemangku kepentingan terus melakukan upaya pemadaman dan penanganan di lapangan.

“Di Inhil saja ditemukan lebih kurang 200-an titik api atau hotspot. Pemerintah, aparat dan seluruh pemangku kepentingan tengah berupaya memadamkannya,” katanya.

Tantawi juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi kemarau panjang berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

“Berdasarkan prediksi BMKG kita menghadapi ancaman Super El Nino atau kemarau panjang, mari tingkatkan kewaspadaan dalam menghadapi fenomena ini, khususnya jangan ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Di tengah mulai munculnya asap dan memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Inhil, masyarakat juga diminta meningkatkan perlindungan terhadap kesehatan.

Tantawi mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk, serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Pemerintah Kabupaten Inhil berharap semangat meneladani Rasulullah dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Masyarakat diajak bersama-sama menjaga wilayah dari ancaman karhutla sekaligus melindungi kesehatan keluarga di tengah kondisi udara yang terdampak asap. (*)