Kualitas Udara Siak Masih Aman, Pemkab Belum Tetapkan Sekolah Libur

Kualitas Udara Siak Masih Aman, Pemkab Belum Tetapkan Sekolah Libur

Beritariau.com, Siak -- Pemerintah Kabupaten Siak belum menetapkan kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah Riau.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Siak. Pemantauan melalui perangkat ISPU yang berada di empat kecamatan, yakni Siak, Bungaraya, Tualang dan Kandis, menunjukkan kualitas udara masih dalam kategori aman.

Kepala DLH Siak Amin Soimin mengatakan, berdasarkan pemantauan rata-rata mingguan, kualitas udara di Kabupaten Siak berada pada kategori sedang dengan nilai masih di bawah ambang batas tidak sehat.

“Artinya, untuk saat ini, kualitas udara kita masih aman di bawah 100 atau 90-95 (sedang). Jika di atas 100 sampai 200 ini sudah tidak sehat,” ujar Amin dalam rapat koordinasi penanganan karhutla melalui Zoom Meeting, Selasa (25/8/2026).

Meski secara umum masih dalam kategori sedang, Amin menyebut kualitas udara sempat menyentuh angka 100 pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi tersebut masuk kategori tidak sehat, namun tidak berlangsung lama.

Bupati Siak Afni Zulkifli meminta DLH melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan ISPU secara berkala. Data tersebut akan menjadi salah satu dasar pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan, termasuk kemungkinan penghentian sementara pembelajaran tatap muka.

“Saya minta Kadis DLH melaporkan ISPU secara berkala, karena ini menjadi acuan kita dalam mengambil kebijakan ke depan,” kata Afni.

Untuk saat ini, Pemkab Siak belum mengeluarkan surat edaran mengenai peliburan sekolah. Kendati demikian, Afni meminta Dinas Pendidikan tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi siswa dengan meminta laporan dari sekolah-sekolah.

Ia juga menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk terus memantau kondisi kesehatan masyarakat dan menyampaikan perkembangan kepada pemerintah daerah.

“Dinas kesehatan pantau terus kondisi kesehatan masyarakat dan laporkan. Ini belum puncak bencana ya, kita tidak mau bencana ini terulang seperti tahun 2015,” tegasnya.

Di sisi lain, Kabupaten Siak saat ini tercatat tidak memiliki titik api. Namun, kondisi lahan gambut yang semakin kering akibat cuaca menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan Satgas Karhutla.

Pemkab Siak meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru serta mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan. (*)