88 PNS Inhil Terima Satyalancana Karya Satya, Wabup Dorong Pengabdian Jadi Teladan

88 PNS Inhil Terima Satyalancana Karya Satya, Wabup Dorong Pengabdian Jadi Teladan

Beritariau.com, Tembilahan -- Sebanyak 88 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya sebagai penghargaan atas pengabdian dan dedikasi dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Bupati Inhil Yuliantini, S.Sos., M.Si., di Aula Mal Pelayanan Publik (MPP) Tembilahan, Senin (24/8/2026).

Yuliantini mengatakan Satyalancana Karya Satya merupakan bentuk apresiasi negara kepada PNS yang telah menunjukkan kesetiaan, kedisiplinan, tanggung jawab dan pengabdian secara terus-menerus.

Menurutnya, penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi tanda jasa, tetapi juga mencerminkan komitmen dan integritas aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini bukan sekadar tanda jasa administratif, melainkan cerminan nyata dari komitmen, integritas, dan semangat pengabdian yang telah saudara-saudara tunjukkan selama menjalankan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” ujar Yuliantini.

Ia menjelaskan, sepanjang 2026 terdapat 231 PNS Pemkab Inhil yang ditetapkan sebagai penerima Satyalancana Karya Satya. Rinciannya, 51 PNS menerima penghargaan atas masa pengabdian 30 tahun, 29 PNS untuk masa pengabdian 20 tahun dan 151 PNS untuk masa pengabdian 10 tahun.

Atas nama Pemkab Inhil, Yuliantini menyampaikan selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik.

“Semoga penghargaan ini semakin memotivasi kita semua untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Yuliantini, pengabdian selama puluhan tahun bukanlah perjalanan yang mudah. Berbagai perubahan dan tantangan yang dihadapi ASN membutuhkan konsistensi, tanggung jawab dan komitmen dalam menjalankan tugas.

Karena itu, para penerima penghargaan diharapkan dapat menjadi teladan bagi ASN lainnya, terutama generasi muda yang baru memulai karier sebagai aparatur pemerintah.

“Jadikanlah semangat kesetiaan dan dedikasi para senior kita ini sebagai cermin dalam membangun karier dan meningkatkan kompetensi diri, demi terwujudnya birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat,” tuturnya.

Yuliantini juga menekankan bahwa pemberian Satyalancana Karya Satya harus menjadi bagian dari momentum memperkuat reformasi birokrasi dan transformasi pelayanan publik di lingkungan Pemkab Inhil.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan ASN sejalan dengan tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, akuntabel dan berbasis teknologi informasi.

Ia mengingatkan agar penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi diwujudkan melalui penguatan nilai dasar ASN BerAKHLAK yang mencakup berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif.

“Satyalancana Karya Satya yang dianugerahkan kepada saudara-saudara oleh Presiden Republik Indonesia bukan hanya sekadar prestise, namun merupakan apresiasi kepala negara atas ketekunan saudara dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Yuliantini berharap para penerima penghargaan dapat menjadi motor penggerak perubahan dan pembenahan birokrasi di perangkat daerah masing-masing maupun di lingkungan Pemkab Inhil secara keseluruhan.

“Teruslah berkarya dan berprestasi tanpa haus akan apresiasi,” pungkasnya. (*)