Advertorial

Bupati Kampar Canangkan Gerakan Tanam Padi, Dorong Pertanian Modern dan Swasembada Pangan

Bupati Kampar Canangkan Gerakan Tanam Padi, Dorong Pertanian Modern dan Swasembada Pangan

Beritariau.com, Kampar -- Bupati Kampar Ahmad Yuzar mencanangkan Gerakan Tanam Padi Sawah di Gapoktan Karya Indah, Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok, Rabu (29/7/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kampar meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional melalui penerapan teknologi pertanian modern.

Kegiatan itu dihadiri perwakilan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kampar, Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar, jajaran perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh pertanian, serta kelompok tani.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar, Nur Ilahi Ali, mengatakan pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui penyaluran benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pendampingan penyuluh, hingga penerapan inovasi budidaya.

Untuk Kecamatan Kuok, pemerintah mengalokasikan 3.555 kilogram benih padi bagi lahan sawah seluas 237 hektare. Sementara Desa Empat Balai memperoleh 1.095 kilogram benih untuk areal persawahan seluas 73 hektare.

Selain benih, pemerintah juga menyalurkan berbagai alsintan yang bersumber dari APBN, antara lain dua unit combine harvester besar, enam unit power thresher, tiga unit combine harvester tipe CCH-106, satu unit traktor roda empat, serta 15 unit traktor roda dua.

Menurut Nur Ilahi Ali, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mewujudkan swasembada pangan.

"Gerakan Tanam Padi Sawah ini merupakan langkah nyata menuju swasembada pangan. Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Kabupaten Kampar mampu meningkatkan produksi padi dan menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Riau," ujarnya.

Perwakilan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Dedi Yasmono, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kampar yang mulai menerapkan metode PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System) dalam budidaya padi.

Menurutnya, penerapan teknologi dan inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, produktivitas hasil panen, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan bahwa Gerakan Tanam Padi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi pemerintah daerah membangun sektor pertanian yang lebih maju, modern, dan mandiri.

Ia menyebutkan, pemerintah telah menyalurkan sekitar 35,25 ton benih padi kepada petani sebagai bentuk dukungan nyata untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

"Komitmen itu terus kami wujudkan melalui berbagai program nyata. Salah satunya penyaluran bantuan benih padi kepada para petani agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan mereka semakin baik," kata Ahmad Yuzar.

Ia juga mengajak para petani memanfaatkan bantuan pemerintah secara optimal serta mulai menerapkan metode PM-AAS dalam budidaya padi. Menurutnya, penggunaan teknologi modern dapat meningkatkan efisiensi penggunaan benih, memperbaiki pola tanam, dan meningkatkan hasil panen.

"Pertanian kita harus terus bertransformasi. Kita tetap mempertahankan semangat gotong royong, namun para petani juga harus berani mengadopsi teknologi dan metode yang lebih baik agar hasil panen semakin meningkat dan cita-cita swasembada pangan dapat terwujud," ujarnya.

Sebagai penanda dimulainya program tersebut, Bupati Kampar bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Forkopimda, jajaran Dinas Pertanian, dan kelompok tani melakukan penanaman padi secara simbolis di areal persawahan Gapoktan Karya Indah, Desa Empat Balai.

Pemerintah Kabupaten Kampar berharap gerakan ini semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani dalam membangun sektor pertanian yang modern, produktif, berdaya saing, serta mampu menopang ketahanan pangan nasional. (*)