APHI Riau Dorong Kehutanan Berkelanjutan, Bidik Pasar Karbon Dunia

APHI Riau Dorong Kehutanan Berkelanjutan, Bidik Pasar Karbon Dunia

Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon

Beritariau.com, Pekanbaru -- Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komite Daerah Riau menegaskan komitmennya menjadikan sektor kehutanan sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi hijau di Indonesia. Melalui pengelolaan hutan berkelanjutan, APHI optimistis sektor ini mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, sekaligus memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim.

Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon, mengatakan paradigma pengelolaan hutan kini telah berkembang. Kehutanan tidak lagi hanya berorientasi pada produksi kayu, tetapi juga mencakup perlindungan lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati, perdagangan karbon, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

"Optimalisasi ekonomi sektor kehutanan saat ini telah bergeser menjadi ekonomi hutan secara menyeluruh yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi hijau di daerah. Karena itu, sinergi pemerintah, dunia usaha, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor yang sangat penting," ujar Muller, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, APHI Riau terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan berbagai elemen masyarakat. Kerja sama tersebut difokuskan pada pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan, serta pengembangan ekonomi berbasis jasa lingkungan.

APHI juga mewajibkan seluruh pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang menjadi anggotanya untuk menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan. Setiap perusahaan didorong menyeimbangkan aktivitas produksi dengan konservasi, rehabilitasi lahan, serta penyediaan kawasan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) dan cadangan karbon tinggi (High Carbon Stock/HCS).

Sebagai bagian dari transformasi menuju ekonomi hijau, APHI Riau mengembangkan berbagai model usaha kehutanan, mulai dari pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK), agroforestri, bioenergi, ekowisata, hingga perdagangan karbon. Langkah ini sekaligus mendukung target nasional Indonesia's FOLU Net Sink 2030 yang menempatkan sektor kehutanan sebagai penyerap emisi karbon bersih.

Di sektor hilir, APHI Riau juga mendorong percepatan hilirisasi produk kehutanan agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar internasional. Pengembangan produk seperti engineered wood, furnitur, hingga biomaterial konstruksi modern dinilai mampu meningkatkan kontribusi sektor kehutanan terhadap perekonomian nasional.

Meski mengapresiasi kemudahan sistem perizinan berbasis Online Single Submission (OSS), APHI berharap pemerintah terus menyempurnakan regulasi untuk memberikan kepastian hukum serta menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan industri kehutanan berkelanjutan.

Dengan penguatan kolaborasi dan penerapan prinsip keberlanjutan, APHI Riau optimistis sektor kehutanan dapat menjadi motor penggerak ekonomi hijau sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam pasar karbon global. (*)

Terkait