LAM Jambi Belajar ke LAMR, Perkuat Kolaborasi Pelestarian Adat Melayu

Beritariau.com, Pekanbaru -- Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau menerima kunjungan silaturahmi dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi di Balai Adat Melayu Riau, Senin (13/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antarlembaga adat sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya Melayu.
Rombongan LAM Jambi disambut Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Sekretaris Umum DPH Datuk H. Jonnaidi Dasa, beserta jajaran pengurus LAMR lainnya.
Sekretaris Majelis Permusyawaratan Adat (MPA) LAM Jambi, Syahrasaddin, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempelajari pengalaman LAMR dalam membangun kelembagaan adat dan menjalankan berbagai program pelestarian budaya Melayu.
"Kami ingin belajar dengan LAMR Provinsi Riau karena kami melihat program-program yang dijalankan sangat luar biasa. Terima kasih atas sambutan yang begitu hangat. Semoga silaturahmi ini menjadi berkah dan semakin mempererat ukhuwah Islamiyah kita," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil memaparkan struktur organisasi LAMR yang terdiri dari Majelis Kerapatan Adat, Dewan Pimpinan Harian, hingga Dewan Kehormatan Adat. Menurutnya, setiap unsur memiliki tugas yang berbeda, namun saling melengkapi dalam menjalankan fungsi kelembagaan.
Ia menjelaskan, hubungan antara MKA dan DPH dibangun atas dasar musyawarah sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa menimbulkan konflik.
Selain itu, Taufik juga menerangkan bahwa LAM di tingkat kabupaten dan kota merupakan bagian dari konfederasi LAMR yang memiliki kewenangan menyelesaikan persoalan adat di wilayah masing-masing, sedangkan LAMR Provinsi berperan ketika penyelesaian telah memasuki tingkat provinsi.
Dalam pemaparannya, ia juga menjelaskan sistem tata kelola organisasi, termasuk pengelolaan dana hibah pemerintah daerah yang dilakukan secara transparan melalui penerapan Sistem Pengawasan Internal (SPI). Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas organisasi sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Sementara itu, Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf menegaskan bahwa keharmonisan hubungan antara MKA dan DPH merupakan salah satu kekuatan utama LAMR dalam menjaga marwah Melayu.
"Hubungan MKA dan DPH di LAMR saling mengisi. Semua persoalan diselesaikan melalui musyawarah sehingga tidak muncul persoalan-persoalan yang krusial. Tujuan kita sama, yakni mengangkat marwah Melayu," tegasnya.
Ia berharap silaturahmi antara LAMR dan LAM Jambi terus terjalin sehingga dapat memperkuat kerja sama dalam menjaga warisan budaya Melayu di kawasan Sumatera.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Menutup kunjungan tersebut, Syahrasaddin menyampaikan apresiasi atas berbagai pengalaman yang dibagikan LAMR dan berharap hasil kunjungan ini menjadi bekal untuk memperkuat kelembagaan adat di Provinsi Jambi.
"Insya Allah, setelah kami belajar di LAMR Provinsi Riau, kami akan melanjutkan belajar ke LAM Sumatera Barat," pungkasnya. (*)

