Lewat Pelatihan Laboratorium dan Perpustakaan

DPD AGPAII Kampar Perkuat Literasi dan Numerasi Guru PAI

DPD AGPAII Kampar Perkuat Literasi dan Numerasi Guru PAI

Beritariau.com, Kampar -- Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Kampar menggelar Pelatihan Kepala Laboratorium PAI Angkatan IV dan Pelatihan Kepala Perpustakaan Khusus Guru PAI Angkatan I sebagai upaya memperkuat literasi, numerasi, dan mutu pendidikan di sekolah.

Kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari, mulai 26 Juni hingga 2 Juli 2026 di MAS Graha Hotel, Pekanbaru, diikuti puluhan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai sekolah di Kabupaten Kampar.

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi DPD AGPAII Kabupaten Kampar dengan Loka Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Kementerian Agama. Melalui kerja sama tersebut, peserta mendapatkan materi berbasis standar nasional yang disampaikan langsung oleh para widyaiswara berpengalaman.

Kegiatan juga mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Sekretaris Badan Moderasi Beragama dan Pusat Pengembangan SDM Kementerian Agama RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar, serta Kepala Loka Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan.

Ketua DPD AGPAII Kabupaten Kampar, Dr. Imam Farih, M.Pd., mengatakan pelatihan tersebut diselenggarakan berdasarkan hasil evaluasi Rapor Pendidikan Kabupaten Kampar yang menunjukkan pentingnya penguatan pengelolaan sarana pendidikan sebagai penunjang peningkatan kualitas pembelajaran.

Menurutnya, laboratorium PAI dan perpustakaan sekolah memiliki peran strategis dalam membangun karakter, meningkatkan literasi, serta mendukung proses pembelajaran yang lebih inovatif.

"Laboratorium PAI dan perpustakaan sekolah merupakan jantung penguatan karakter dan literasi siswa. Pengelolanya harus memiliki kompetensi yang memadai agar mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas," ujarnya.

Ia berharap laboratorium PAI tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat praktik ibadah, tetapi berkembang menjadi pusat inovasi pembelajaran agama yang memanfaatkan berbagai media modern. Sementara perpustakaan diharapkan mampu menjadi pusat literasi yang menumbuhkan budaya membaca sekaligus memperkuat karakter Islami peserta didik.

Senada dengan itu, Sekretaris DPD AGPAII Kabupaten Kampar, H. Afrizal Kholis, M.Ed., menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari diperolehnya sertifikat kompetensi, tetapi juga dari implementasi nyata yang dilakukan para peserta di sekolah masing-masing.

Ketua Panitia, Afrianis, M.Pd., mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang mengikuti rangkaian pelatihan dengan disiplin tinggi.

"Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Meski jadwal berlangsung dari pagi hingga malam, semangat peserta tetap terjaga. Mereka menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium dan perpustakaan di sekolah," katanya.

Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi, mulai dari tata kelola administrasi modern, digitalisasi perpustakaan, manajemen risiko, hingga penyusunan program kerja yang terintegrasi dengan kurikulum nasional. Sebagai penutup, setiap peserta diwajibkan menyusun rencana aksi yang akan diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.

Melalui pelatihan ini, DPD AGPAII Kabupaten Kampar berharap laboratorium dan perpustakaan sekolah dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran yang mendorong budaya literasi, memperkuat karakter peserta didik, serta meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kampar. (*)