UMRI Lantik 19 Pejabat Struktural Baru, Perkuat Tata Kelola Demi Raih Akreditasi Unggul

UMRI Lantik 19 Pejabat Struktural Baru, Perkuat Tata Kelola Demi Raih Akreditasi Unggul

Beritariau.com, Pekanbaru -- Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melantik 19 pejabat struktural baru untuk masa jabatan 2026–2028 sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus mempercepat pencapaian target Akreditasi Unggul pada tahun 2026.

Pelantikan yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026) tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat organisasi agar mampu menghadapi tantangan perguruan tinggi yang semakin kompleks.

Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, MA, menegaskan seluruh pejabat yang dilantik diharapkan mampu bekerja secara maksimal, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu demi mewujudkan target Akreditasi Unggul.

"Bagi saya, Akreditasi Unggul itu harga mati. Universitas Muhammadiyah di daerah lain mampu meraih akreditasi unggul meski jumlah program studi unggul hanya tiga atau empat. Sementara UMRI saat ini sudah memiliki 10 program studi unggul dan segera menuju 11. Tahun ini kita harus meraih Akreditasi Unggul," tegasnya.

Menurut Saidul Amin, target tersebut sangat realistis mengingat UMRI telah memiliki modal yang kuat, baik dari perkembangan program studi, kualitas sumber daya manusia, maupun komitmen seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Ia juga mengingatkan agar kemajuan yang telah dicapai tidak mengalami kemunduran.

"Kalau sudah maju, tidak boleh mundur. Kita harus terus bergerak, memperkuat mutu, dan menjaga semangat perubahan," ujarnya.

Selain penguatan tata kelola, UMRI juga terus mengembangkan aset dan unit strategis. Salah satunya melalui pemanfaatan aset wakaf di Batam senilai sekitar Rp130 miliar yang direncanakan menjadi pusat pengembangan sekolah sebagai laboratorium pendidikan bagi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Studi Islam (FSI), sekaligus mendukung pembukaan program pascasarjana dan kelas jauh.

Rektor juga menargetkan dua program studi magister yang telah berjalan mampu menjaring sedikitnya 25 mahasiswa baru sebagai bagian dari penguatan pendidikan pascasarjana.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMRI, Prof. Dr. H. M. Nazir, MA, mengatakan seluruh pejabat yang dilantik telah melalui proses penilaian dan pertimbangan yang matang sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan universitas.

"Karena tidak ada kata mundur dalam Muhammadiyah," katanya.

Prof. Nazir menekankan pentingnya inovasi dan terobosan di setiap unit kerja. Menurutnya, para pejabat tidak boleh hanya menunggu instruksi pimpinan, tetapi harus proaktif menghadirkan gagasan baru yang mampu mempercepat pengembangan institusi.

"Harus melakukan inovasi. Jangan tunggu perintah, karena perintah itu sifatnya umum. Lakukan yang terbaik dengan membuat terobosan," tegasnya.

Ia menambahkan, pejabat struktural UMRI harus memiliki semangat kolaborasi, kepemimpinan yang kuat, serta mampu melihat berbagai peluang pengembangan agar seluruh unit dapat bergerak secara selaras dalam mendukung kemajuan universitas.

Sebanyak 19 pejabat struktural yang dilantik akan mengisi berbagai jabatan strategis, mulai dari Direktur Sekolah Pascasarjana, Kepala Biro Administrasi Akademik, Ketua dan Sekretaris Satuan Penjamin Mutu (SPM), Satuan Pengawas Internal (SPI), Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LAIK), hingga sejumlah kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan kepala kantor di lingkungan UMRI.

Dengan hadirnya kepemimpinan baru di berbagai lini strategis, UMRI optimistis mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas akademik, serta mewujudkan target meraih Akreditasi Unggul pada akhir tahun 2026. (*)