PLN Siapkan PLTS di Sepanjang 802 Km Jalan Tol, Ruas Pekanbaru–Dumai Masuk Daftar Proyek

PLN Siapkan PLTS di Sepanjang 802 Km Jalan Tol, Ruas Pekanbaru–Dumai Masuk Daftar Proyek

Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Beritariau.com, Jakarta - PT PLN (Persero) berencana membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di sepanjang 802 kilometer ruas jalan tol milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai bagian dari pengembangan Super Technology Green Corridor untuk mempercepat transisi menuju energi bersih di Indonesia.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan lahan di sisi kiri dan kanan jalan tol memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pemasangan panel surya. Dengan lebar sekitar 3–5 meter di kedua sisi jalan, tersedia lahan seluas 400 hingga 500 hektare yang dapat menghasilkan listrik hingga sekitar 0,5 gigawatt peak (GWp).

Selain PLTS, PLN juga akan memasang Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas sekitar 1,5 gigawatt hour (GWh) untuk menyimpan energi yang dihasilkan sehingga pasokan listrik menjadi lebih stabil dan andal.

Untuk wilayah Riau, Jalan Tol Pekanbaru–Dumai menjadi salah satu ruas yang masuk dalam daftar prioritas pengembangan proyek tersebut. Selain itu, Jalan Tol Pekanbaru–Padang juga akan dibangun secara bertahap sebagai bagian dari pengembangan jaringan PLTS di Pulau Sumatera.

Tak hanya di Sumatera, proyek serupa juga akan diterapkan di berbagai ruas tol di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Kepulauan Riau. Khusus di Jalan Tol Bali Mandara, PLN menyiapkan konsep yang menggabungkan panel surya dengan pembangkit listrik tenaga angin berbentuk silinder (cylindrical wind turbine) yang tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga mempercantik lanskap kawasan.

Menurut Darmawan, pengembangan proyek ini mengacu pada praktik terbaik yang telah diterapkan di sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan Arab Saudi. Program tersebut merupakan bagian dari target pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt secara nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap energi impor dan bahan bakar fosil.

Melalui pemanfaatan koridor jalan tol sebagai lokasi pembangkit energi terbarukan, pemerintah berharap sistem kelistrikan nasional semakin kuat, biaya energi lebih efisien, serta target transisi menuju energi bersih dapat tercapai lebih cepat. (*)

Terkait