Siak Kembangkan Pupuk Organik dari Sampah, Solusi Atasi Overload TPA

Beritariau.com, Siak – Upaya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular mulai menunjukkan hasil positif di Kabupaten Siak. Melalui pengolahan sampah organik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buantan Besar, Kecamatan Siak, kelompok Bank Sampah setempat berhasil memproduksi pupuk organik bermerek Siak Nusantara yang mulai mendapat perhatian pasar.
Program tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta apresiasi dari DPRD Siak karena dinilai mampu menjadi solusi penanganan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Anggota DPRD Siak, Sujarwo, mengatakan pihaknya bersama DLH dan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengelolaan sampah untuk melihat perkembangan produksi pupuk organik serta mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan guna meningkatkan kapasitas produksi.
Menurutnya, pengolahan sampah menjadi pupuk organik memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Selain mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, program tersebut juga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.
“TPA seharusnya menjadi tempat pengelolaan sampah, bukan sekadar lokasi pembuangan. Program ini membuktikan bahwa sampah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Sujarwo menjelaskan, volume sampah yang masuk ke TPA Buantan Besar saat ini mencapai sekitar 20 ton per hari. Namun, kapasitas pengolahan yang dimiliki kelompok Bank Sampah masih terbatas sehingga baru mampu mengolah sekitar lima ton sampah menjadi pupuk organik setiap harinya.
Keterbatasan fasilitas produksi, seperti ruang pengolahan dan peralatan yang lebih modern, menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kapasitas produksi. Jika kebutuhan tersebut dapat dipenuhi, jumlah sampah yang diolah diyakini akan meningkat signifikan dan membantu mengurangi risiko penumpukan sampah di TPA.
Selain berdampak pada pengelolaan lingkungan, pengembangan usaha pupuk organik juga dinilai berpotensi menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Karena itu, DPRD Siak menyatakan siap mendukung penguatan kelembagaan dan legalitas usaha yang dijalankan kelompok pengelola.
“Selain membantu mengurangi sampah, kegiatan ini juga berpotensi membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Kami siap membantu proses perizinannya agar usaha ini dapat berkembang lebih besar,” kata Sujarwo.
Ia menambahkan, produk pupuk organik Siak Nusantara mulai mendapat respons positif dari pasar. Sejumlah permintaan dalam jumlah besar telah diterima, menunjukkan peluang pengembangan usaha yang cukup menjanjikan di masa mendatang.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai serta kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, pengolahan sampah menjadi pupuk organik di TPA Buantan Besar diharapkan mampu menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Siak. (*)

