Menuju AIPT Unggul 2027, Wakil Rektor III UMRI Minta Program dan Anggaran Tak Berjalan Parsial
Beritariau.com, Pekanbaru -- Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mulai memperkuat konsolidasi internal untuk mengejar target Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Unggul pada 2027.
Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui Rapat Kerja (Raker) Unit Kerja Bidang III UMRI yang membahas sinkronisasi program kerja dan anggaran Tahun Akademik 2026/2027.
Raker yang digelar di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Selasa (22/9/2026), dibuka Wakil Rektor III UMRI Wahyi Busyro, S.E., M.E.Sy., Ph.D. Kegiatan diikuti pimpinan dan staf unit kerja di bawah koordinasi Bidang III.
Unit yang terlibat meliputi Biro Kemahasiswaan (Bimawa), UPT Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), UPT Kewirausahaan, Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK), serta Kantor Humas, Keprotokolan dan Hukum (Kamasprokum). Perwakilan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UMRI juga turut hadir.
Dalam arahannya, Wahyi menegaskan setiap program kerja tidak boleh disusun sekadar untuk memenuhi rutinitas tahunan. Program harus memiliki target yang jelas, indikator yang terukur dan keterkaitan langsung dengan Rencana Strategis (Renstra) UMRI.
Menurutnya, anggaran yang telah dialokasikan kepada setiap unit juga harus mampu menghasilkan keluaran atau output yang mendukung pencapaian target universitas.
“Target program harus sesuai dengan Renstra UMRI. Pagu yang diberikan harus menghasilkan output sesuai dengan Renstra. Karena itu, pagu harus dimaksimalkan melalui program-program unggulan yang memberikan dampak nyata bagi universitas,” tegas Wahyi.
Ia menilai sinkronisasi antarunit menjadi penting agar setiap program tidak berjalan sendiri-sendiri. Seluruh unit Bidang III harus memahami posisi dan kontribusinya terhadap sasaran besar universitas.
Terlebih, UMRI tengah mempersiapkan berbagai indikator yang berkaitan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) serta target AIPT Unggul pada 2027.
Wahyi kemudian memetakan fokus strategis masing-masing unit agar program yang dirancang memiliki arah yang lebih jelas.
Bimawa diarahkan untuk memperkuat prestasi mahasiswa. Kamasprokum memiliki peran dalam penguatan branding kampus dan publikasi. UPT PMB fokus meningkatkan penerimaan mahasiswa baru, sedangkan KUIK diarahkan memperluas kemitraan serta internasionalisasi.
Sementara UPT Kewirausahaan didorong untuk memperkuat keterampilan dan kemampuan kewirausahaan mahasiswa.
“Semua unit memiliki target masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana target tersebut disusun dalam program yang terukur, didukung anggaran yang tepat, dan memberikan output yang dapat berkontribusi terhadap target universitas,” jelasnya.
SDM Jadi Penopang Program
Selain membahas program dan anggaran, Wahyi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, program kerja yang dirancang sebaik apa pun tidak akan menghasilkan capaian maksimal apabila tidak didukung SDM yang memiliki kompetensi dan kapasitas sesuai kebutuhan.
Karena itu, penguatan kemampuan SDM di masing-masing unit juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kinerja Bidang III secara keseluruhan.
Raker tersebut sekaligus dirangkaikan dengan sosialisasi pengisian E-Budgeting UMRI yang menghadirkan narasumber dari LPP UMRI, Dr. Ranti Darwin, S.E., M.E.
Ranti menjelaskan, penyusunan Rencana Anggaran dan Belanja Perguruan Tinggi (RABP) UMRI melalui sistem E-Budgeting telah memiliki tahapan dan jadwal yang ditetapkan.
Karena itu, seluruh unit kerja diminta mengikuti setiap tahapan sesuai timeline agar proses perencanaan program dan anggaran berjalan tertib.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesesuaian antara baseline capaian dengan target program.
Artinya, kondisi awal, program yang dirancang, target yang hendak dicapai hingga kebutuhan anggaran harus memiliki hubungan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Seluruh kegiatan harus menyesuaikan dengan indikator yang telah ditetapkan berdasarkan Renstra UMRI. Dengan demikian, penyusunan program dan anggaran memiliki arah yang jelas dan dapat diukur capaiannya,” terang Ranti.
Sementara itu, Kepala Kamasprokum UMRI M. Anwar Siregar, S.H., mengapresiasi pelaksanaan Raker Unit Bidang III tersebut.
Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang penting untuk menyatukan persepsi sekaligus menyinkronkan program antarunit agar tidak berjalan secara terpisah.
“Raker ini menjadi acuan dalam menyusun dan menyinkronkan program, khususnya di lingkungan Unit Bidang III. Kami mengapresiasi kebijakan Wakil Rektor III yang menggagas pelaksanaan Raker ini. Sepanjang yang kami ikuti, kegiatan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan setelah beliau menjabat,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, seluruh unit kerja Bidang III diharapkan mampu menghasilkan program prioritas yang lebih terarah, penggunaan anggaran yang lebih efektif serta output yang jelas dan terukur.
Sinkronisasi program, ketepatan penganggaran dan pencapaian output menjadi bagian dari konsolidasi UMRI dalam memperkuat kinerja kelembagaan sekaligus mempersiapkan pencapaian target AIPT Unggul 2027. (*)

