MAN 2 Pekanbaru Masuk 10 Besar Sekolah Negeri Berprestasi di OSN 2026

MAN 2 Pekanbaru Masuk 10 Besar Sekolah Negeri Berprestasi di OSN 2026

Beritariau.com, Pekanbaru -- Prestasi membanggakan ditorehkan MAN 2 Pekanbaru pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. Madrasah asal Riau tersebut masuk dalam jajaran 10 SMA dan MA negeri dengan perolehan medali terbanyak pada ajang kompetisi sains tingkat nasional itu.

MAN 2 Pekanbaru berhasil membawa pulang tiga medali, masing-masing satu emas, satu perak dan satu perunggu. Raihan tersebut menempatkan MAN 2 Pekanbaru di posisi keempat dalam daftar sekolah negeri dengan perolehan medali terbaik pada OSN 2026.

OSN 2026 yang mempertemukan talenta-talenta terbaik pelajar Indonesia tersebut resmi ditutup pada Sabtu (19/9/2026) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Dalam ajang yang mempertandingkan sembilan bidang sains itu, panitia menyediakan 45 medali emas, 90 medali perak dan 135 medali perunggu.

Prestasi MAN 2 Pekanbaru datang dari tiga siswanya yang berhasil menunjukkan kemampuan di bidang masing-masing.

Medali emas disumbangkan Dean Alvano Zaghlul dari bidang Astronomi.

Sementara medali perak diraih Muhammad Faruq Alvarino pada bidang Ekonomi. Adapun medali perunggu dipersembahkan Daivo Zuhroh Pranato dari bidang Kebumian.

Raihan tersebut sekaligus menempatkan MAN 2 Pekanbaru sebagai satu-satunya sekolah asal Riau yang masuk dalam daftar 10 SMA dan MA negeri dengan perolehan medali terbaik di OSN 2026.

Posisi teratas ditempati MAN Insan Cendekia Serpong, Banten, dengan koleksi tujuh medali, terdiri dari tiga emas, dua perak dan dua perunggu.

Di bawahnya terdapat SMAN 8 Jakarta yang mengoleksi empat medali, yakni dua emas dan dua perunggu. Posisi ketiga ditempati SMAN 10 Samarinda, Kalimantan Timur, dengan satu emas, dua perak dan satu perunggu.

Setelah MAN 2 Pekanbaru, daftar tersebut diisi SMAN 2 Purwokerto dengan satu emas dan dua perunggu.

Sementara sejumlah sekolah lainnya, yakni SMAN 1 Sumatera Barat, SMAN 1 Bekasi, SMAN 1 Yogyakarta, SMAN 48 Jakarta dan SMAN 3 Yogyakarta, sama-sama mengoleksi dua medali.

Prestasi tersebut memperlihatkan bahwa persaingan dalam OSN 2026 tidak hanya didominasi sekolah negeri di Pulau Jawa. Pelajar dari berbagai daerah di Indonesia juga mampu menembus persaingan tingkat nasional dan membawa pulang medali.

Salah satunya adalah Byantara Arkana Nadif dari SMAN 1 Sumatera Barat yang meraih medali emas bidang Kebumian. Ia bahkan mendapatkan penghargaan khusus sebagai Absolute Winner, Best Theoretical Test dan Best Practical Test pada bidang tersebut.

Bukan Sekadar Mengejar Medali

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan OSN tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar medali.

Menurutnya, ajang tersebut merupakan bagian dari upaya menemukan, membimbing dan mengembangkan potensi akademik generasi muda Indonesia.

Ia menyebut seluruh peserta yang berhasil mencapai tingkat nasional telah melewati proses seleksi dan merupakan talenta yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

"Kami berharap ajang ini dapat memberikan motivasi bagi anak-anak kita untuk lebih giat belajar dan juga mengembangkan diri sebagai saintis muda Indonesia," ujar Mu'ti saat penutupan OSN 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang.

Ia berharap para peserta tidak berhenti pada capaian kompetisi, tetapi mampu menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus mengeksplorasi berbagai potensi yang dimiliki Indonesia.

Mulai dari kekayaan alam, hayati, nabati hingga sosial budaya, seluruhnya dinilai dapat menjadi objek pengembangan ilmu pengetahuan.

Bagi MAN 2 Pekanbaru, raihan tiga medali dalam OSN 2026 menjadi capaian penting sekaligus menunjukkan kemampuan siswa madrasah dalam bersaing di level nasional.

Medali emas Dean Alvano Zaghlul di bidang Astronomi, perak Muhammad Faruq Alvarino di bidang Ekonomi dan perunggu Daivo Zuhroh Pranato di bidang Kebumian menjadi bukti bahwa talenta sains dari Riau mampu berdiri sejajar dengan sekolah-sekolah berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia. (*)