600 Lulusan UIN Suska Riau Diwisuda, Rektor Tekankan Karakter

Beritariau.com, Pekanbaru -- Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau kembali melepas ratusan lulusan melalui Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode V Tahun 2026.
Sebanyak 600 wisudawan resmi dikukuhkan dalam prosesi yang digelar di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Suska Riau, Selasa (22/9/2026).
Sidang senat terbuka tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Senat UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Zaitun, M.Ag. Prosesi turut dihadiri Rektor UIN Suska Riau Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti MS, SE, M.Si, Ak, CA, Wakil Rektor I, II dan III, Ketua dan Sekretaris Senat, serta seluruh anggota Senat UIN Suska Riau.
Dari total 600 lulusan yang diwisuda, sebanyak empat orang merupakan lulusan Program Doktor (S3) ke-76, 36 orang Program Magister (S2) ke-108, 549 orang Program Sarjana (S1), dan 11 orang Program Diploma Tiga (D3) ke-128.
Di hadapan para wisudawan, Rektor UIN Suska Riau Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti menyampaikan pesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah.
Menurutnya, dunia setelah kampus menuntut para lulusan untuk terus mengembangkan kemampuan, menjaga integritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Rektor juga mengingatkan para alumni agar tidak melupakan peran orang tua dan pihak-pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.
Ia meminta seluruh lulusan menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan sikap, perilaku dan karya yang mencerminkan nilai-nilai pendidikan yang telah diperoleh selama berada di UIN Suska Riau.
“Ilmu pengetahuan adalah kekuatan, tetapi karakter yang baik adalah kompas utamanya,” tegas Leny.
Pesan mengenai kesiapan menghadapi kehidupan setelah kampus kemudian diperkuat melalui orasi ilmiah yang disampaikan Plt Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, M. Fredly Nasution.
Mengangkat tema “Dari Kampus Menuju Kemandirian Finansial”, Fredly membekali para wisudawan dengan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan mengelola keuangan ketika mulai memasuki dunia kerja dan kehidupan mandiri.
Fredly menyebut wisuda bukan sekadar seremoni penanda berakhirnya pendidikan tinggi. Momentum tersebut sekaligus menjadi titik awal ketika para lulusan mulai mengambil keputusan sendiri, termasuk dalam menentukan arah kehidupan dan kondisi finansial mereka.
Karena itu, menurutnya, prestasi akademik dan IPK yang tinggi perlu dibarengi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
Para wisudawan diperkenalkan dengan enam pilar finansial yang perlu dikelola secara seimbang, yakni penghasilan, pengeluaran, utang, tabungan, investasi dan proteksi.
Fredly juga menekankan pentingnya membangun dana darurat sebelum seseorang mulai mengejar pertumbuhan aset melalui berbagai instrumen investasi.
Ia mengingatkan para lulusan agar berhati-hati ketika menerima penghasilan pertama. Keinginan meningkatkan gaya hidup setelah mendapatkan pekerjaan dan gaji pertama, kata dia, jangan sampai membuat seseorang terjebak dalam pola konsumtif.
Apalagi, perkembangan transaksi digital saat ini juga diikuti berbagai ancaman kejahatan finansial, mulai dari kejahatan siber, pinjaman online ilegal, judi online hingga investasi bodong.
Untuk itu, Fredly mengajak alumni UIN Suska Riau lebih kritis sebelum mengambil keputusan terkait produk dan layanan keuangan.
Prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, ditekankan sebagai pegangan penting agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran keuangan yang tidak masuk akal.
“Legal” berarti memastikan produk atau layanan keuangan memiliki izin dari otoritas yang berwenang. Sementara “Logis” berarti memahami apakah keuntungan maupun imbal hasil yang ditawarkan memang masuk akal.
Pada kesempatan tersebut, OJK juga memberikan apresiasi kepada dua mahasiswa UIN Suska Riau, yakni Muhammad Rizky dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan Nayza Azura Putri dari Program Studi Sistem Informasi.
Keduanya diketahui merupakan Duta Literasi Keuangan (Dulik) OJK dan berhasil mengharumkan nama UIN Suska Riau di tingkat nasional.
Muhammad Rizky dan Nayza Azura Putri meraih predikat Pemenang Nasional Financial Literacy Award 2026 dalam puncak peringatan Hari Indonesia Menabung.
Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa literasi keuangan tidak hanya menjadi isu bagi masyarakat umum, tetapi juga menjadi bagian penting dari pembentukan kapasitas mahasiswa dan civitas akademika.
Melalui momentum wisuda ini, UIN Suska Riau tidak hanya melepas ratusan lulusan dengan bekal akademik, tetapi juga mengingatkan mereka agar mampu membawa nilai-nilai karakter, integritas dan kecakapan finansial ketika memasuki kehidupan profesional dan bermasyarakat.
Dengan demikian, para alumni diharapkan tidak hanya mampu membangun karier, tetapi juga memiliki kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab, termasuk dalam menjaga ketahanan finansial untuk masa depan. (*)

