Polisi Ungkap Modus Narkoba Dikubur di Tanah Timbun, Ratusan Ekstasi Disita di Kampung Dalam

Beritariau.com, Pekanbaru - Aparat Satuan Reserse Narkoba dari Polresta Pekanbaru kembali menggerebek kawasan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan peredaran narkotika di Kota Pekanbaru. Operasi yang dilakukan pada Selasa malam (5/5/2026) itu mengungkap modus penyimpanan narkoba yang terbilang unik dan tersembunyi.
Tim opsnal yang dipimpin Kasatresnarkoba awalnya tidak menemukan barang bukti di lokasi yang dicurigai. Padahal, informasi intelijen menyebutkan area tersebut kerap digunakan sebagai tempat transaksi dan penyimpanan narkoba. Tidak berhenti sampai di situ, petugas kemudian melakukan penyisiran dan pengamatan lebih mendalam di sekitar lokasi.
Kecurigaan mengarah pada sebuah tumpukan tanah timbun yang tampak tidak biasa. Setelah dilakukan penggalian, petugas akhirnya menemukan botol plastik yang dikubur di dalam tanah. Dari dalam botol tersebut, tersimpan sejumlah narkotika dan psikotropika yang siap diedarkan.
Barang bukti yang berhasil diamankan terdiri dari sabu seberat total 240 gram yang dikemas dalam 15 paket ukuran sedang dan 70 paket kecil. Selain itu, petugas juga menyita 875 butir pil ekstasi dengan berbagai warna dan logo, serta 50 butir Happy Five.
Pil ekstasi yang ditemukan memiliki beragam cap atau logo, di antaranya bergambar Heineken, Superman, WhatsApp, hingga karakter populer lainnya. Variasi ini mengindikasikan barang tersebut berasal dari jaringan peredaran yang cukup luas dan terorganisir.
Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolresta Pekanbaru untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Polisi juga terus memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kawasan Kampung Dalam masih masuk dalam peta daerah rawan narkotika, sehingga akan terus menjadi fokus pengawasan dan penindakan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen aparat dalam menekan peredaran narkoba di wilayah Pekanbaru yang dinilai masih cukup tinggi. (*)

