Pabrik Hilirisasi Karet Pertama di Riau Hadir di Kuansing, Dorong Harga dan Kesejahteraan Petani

Pabrik Hilirisasi Karet Pertama di Riau Hadir di Kuansing, Dorong Harga dan Kesejahteraan Petani

Beritariau.com, Kuansing - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus memperkuat sektor hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kehadiran pabrik pengolahan karet di Desa Titian Modang, Kecamatan Kuantan Tengah.

Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, saat meninjau langsung pabrik tersebut pada Selasa (5/5/2026), menyebut fasilitas ini sebagai pabrik hilirisasi karet pertama di Provinsi Riau yang diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani karet secara signifikan.

Menurutnya, keberadaan pabrik akan memangkas biaya distribusi karena jarak angkut yang lebih dekat, sehingga berdampak langsung pada kenaikan harga jual karet di tingkat petani.

“Dengan biaya angkut yang lebih rendah, harga jual karet bisa meningkat. Saat ini sudah mencapai Rp18.500 per kilogram dan diharapkan terus naik,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, bupati bersama jajaran pemerintah daerah melihat langsung proses pengolahan karet, mulai dari bahan baku hingga menjadi produk bernilai tambah. Berbagai produk yang dihasilkan antara lain karet untuk seal gas, paving block berbahan karet, karet gelang, hingga produk turunan lainnya yang diolah menggunakan mesin modern.

Ia juga berharap hasil produksi pabrik dapat segera dimanfaatkan masyarakat, tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan industri lokal, termasuk potensi produksi ban kendaraan di masa depan.

Selain pengembangan hilirisasi karet, Pemkab Kuansing juga mendorong sektor serupa melalui Pabrik Mini Minyak Goreng (Pamigo) di Kecamatan Singingi Hilir.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal, meningkatkan daya saing komoditas, sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Kuansing. (*)