Yakin Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Terkesan Ditutupi, HMI Riau-Kepri Desak Kapolda Riau Mundur

Demontrasi HMI Riau - Kepri di Depan Mapolda Riau | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Ratusan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendesak Kapolda Riau mengungkap atas penyerangan dan aksi teror di Kantor Korp Alumni Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Riau-Kepulauan Riau di Jalan Melayu Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru yang terjadi pada Jumat (5/9/14) sekitar pukul 02.00 dini hari lalu.
Tak hanya itu, dalam pernyataan sikapnya, HMI juga mendesak Kapolda Riau untuk mundur dari jabatan bila tak mampu mengungkap tabir kasus itu.
"Siapapun itu yang melakukan atau aktor intelektualnya. 3 kali 24 jam, kalau tidak ada informasi lebih lanjut, kami akan datang dengan massa yang lebih besar," kata Koordinator Lapangan (Korlap) Demo, Asrian Toni di depan pagar Mapolda Riau, Kamis (11/9/2014).
Di tempat yang sama, Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Ary Nugraha mengatakan kepada Beritariau.com, bahwa sebenarnya pihak kepolisian sudah mengetahui identitas dari pelaku.
Ary mengaku setelah insiden itu, Ia mendapat telpon pejabat dari Polresta Pekanbaru.
"Pagi setelah pengrusakan, salah satu pejabat Polres menelpon saya. Dari pembicaraan itu, polisi itu bilang pelaku tersebut salah sasaran," ceritanya dengan serius ditengah guyuran hujan saat demonstrasi.
Atas hal itu, Ary merasa bahwa kepolisian tidak terbuka dan terkesan tertutup akan identitas pelaku dan aktor intelektualnya.
"Jadi kuat keyakinan kami, Polisi sudah mengantongi pelaku teror. Maka, kami mendesak pihak kepolisian jenis bom apa yang digunakan, molotov kah atau dinamit?," ungkapnya berapi-api.
Dari pernyataan sikap yang diterima para awak media ada 6 tuntutan yang dilayangkan HMI, berikut isinya :
1. Meminta Kapolda Riau untuk bertindak tegas serta mengusut tuntas atas kasus penyerangan dan teror terhadap Markas HMI Riau-Kepri dan aksi Premanisme lainnya.
2. Mendesak Kapolda Riau menangkap aktor intelektual pengerusakan Markas HMI Riau-Kepri.
3. Meminta Kepada Kapolda Riau untuk mundur dari jabatannya jika tidak dapat mengungkap tuntas pelaku penyerangan.
4. Mendesak Kapolda Riau untuk mundur dari jabatannya jika tidak dapat mengungkap tuntas pelaku penyerangan.
5. Jika dalam 3x24 jam tuntutan ini tidak diselesaikan maka kami akan turun lagi dengan massa yang lebih banyak.
6. HMI melalui PB HMI akan instruksikan seluruh cabang se-Indonesia untuk bergerak. [mar]
Tak hanya itu, dalam pernyataan sikapnya, HMI juga mendesak Kapolda Riau untuk mundur dari jabatan bila tak mampu mengungkap tabir kasus itu.
"Siapapun itu yang melakukan atau aktor intelektualnya. 3 kali 24 jam, kalau tidak ada informasi lebih lanjut, kami akan datang dengan massa yang lebih besar," kata Koordinator Lapangan (Korlap) Demo, Asrian Toni di depan pagar Mapolda Riau, Kamis (11/9/2014).
Di tempat yang sama, Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Ary Nugraha mengatakan kepada Beritariau.com, bahwa sebenarnya pihak kepolisian sudah mengetahui identitas dari pelaku.
Ary mengaku setelah insiden itu, Ia mendapat telpon pejabat dari Polresta Pekanbaru.
"Pagi setelah pengrusakan, salah satu pejabat Polres menelpon saya. Dari pembicaraan itu, polisi itu bilang pelaku tersebut salah sasaran," ceritanya dengan serius ditengah guyuran hujan saat demonstrasi.
Atas hal itu, Ary merasa bahwa kepolisian tidak terbuka dan terkesan tertutup akan identitas pelaku dan aktor intelektualnya.
"Jadi kuat keyakinan kami, Polisi sudah mengantongi pelaku teror. Maka, kami mendesak pihak kepolisian jenis bom apa yang digunakan, molotov kah atau dinamit?," ungkapnya berapi-api.
Dari pernyataan sikap yang diterima para awak media ada 6 tuntutan yang dilayangkan HMI, berikut isinya :
1. Meminta Kapolda Riau untuk bertindak tegas serta mengusut tuntas atas kasus penyerangan dan teror terhadap Markas HMI Riau-Kepri dan aksi Premanisme lainnya.
2. Mendesak Kapolda Riau menangkap aktor intelektual pengerusakan Markas HMI Riau-Kepri.
3. Meminta Kepada Kapolda Riau untuk mundur dari jabatannya jika tidak dapat mengungkap tuntas pelaku penyerangan.
4. Mendesak Kapolda Riau untuk mundur dari jabatannya jika tidak dapat mengungkap tuntas pelaku penyerangan.
5. Jika dalam 3x24 jam tuntutan ini tidak diselesaikan maka kami akan turun lagi dengan massa yang lebih banyak.
6. HMI melalui PB HMI akan instruksikan seluruh cabang se-Indonesia untuk bergerak. [mar]

