Febby Rastanty Ungkap Alasan Jatuh Cinta pada Olahraga Lari

Febby Rastanty Ungkap Alasan Jatuh Cinta pada Olahraga Lari

Febby Rastanty

Beritariau.com, Jakarta – Kesibukan syuting yang padat tak menghalangi Febby Rastanty untuk tetap aktif berolahraga. Belakangan, ia mengaku semakin menekuni olahraga lari karena dinilai paling sesuai dengan gaya hidup dan ritme kerjanya.

Menurut Febby, lari menjadi pilihan karena fleksibel dan bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menyesuaikan jadwal dengan orang lain. Di tengah aktivitas syuting yang tak menentu, lari menjadi olahraga yang paling realistis untuk dijalani secara konsisten.

“Kalau lagi syuting stripping kan setiap hari. Jadi satu-satunya olahraga yang bisa sendiri dan fleksibel ya lari,” ujarnya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Ia menambahkan, dirinya bisa berlari pagi, sore, bahkan malam hari. Jika tak memungkinkan berlari di luar ruangan, ia memanfaatkan treadmill di rumah. Berbeda dengan olahraga seperti tenis atau padel yang mengharuskannya membuat janji terlebih dahulu, lari bisa dilakukan tanpa bergantung pada orang lain.

Tak hanya menjaga kebugaran, Febby juga merasakan manfaat emosional dari olahraga tersebut. Baginya, lari menjadi sarana healing sekaligus pelarian positif dari rutinitas yang padat.

“Lari itu escape aku, healing aku. Jadi nagih,” ungkapnya.

Keseriusannya pun terlihat dari partisipasinya di berbagai ajang maraton internasional, termasuk rangkaian World Marathon Majors. Ia tercatat pernah berlari di sejumlah kota besar dunia seperti Tokyo, Chicago, London, Berlin, hingga Boston.

Dalam waktu dekat, Febby juga dijadwalkan mengikuti ajang Kemala Run 2026 di Bali, yang diinisiasi oleh Yayasan Kemala Bhayangkari sebagai bagian dari misi sosial.

Bagi Febby, lari bukan sekadar olahraga, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang membantunya tetap sehat secara fisik maupun mental. (*)