Sering Sindir Pemerintah, Wendi Cagur Tegaskan Tak Punya Bekingan

Sering Sindir Pemerintah, Wendi Cagur Tegaskan Tak Punya Bekingan

Komedian Wendi Cagur

Beritariau.com, Jakarta – Komedian Wendi Cagur akhirnya buka suara terkait anggapan publik yang menyebut dirinya dan para pemain program Lapor Pak! memiliki bekingan tertentu, lantaran kerap melontarkan sindiran dan kritik terhadap pemerintah dalam materi komedi mereka.

Bersama rekan-rekannya seperti Andika Pratama, Surya Insomnia, Kiky Saputri, Andre Taulany, dan Hesti Purwadinata, Wendi memang dikenal berani menyisipkan kritik sosial dan politik di tengah lawakan. Hal itu pun memicu rasa penasaran publik soal siapa sosok yang berada di belakang keberanian mereka.

Menanggapi hal tersebut, Wendi menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki bekingan apa pun. Ia menyebut kritik yang disampaikan semata-mata bentuk respons terhadap kondisi yang tengah terjadi di Tanah Air.

“Orang selalu nanya bekingan siapa. Enggak usah gue ya personal. Kayak BTS, Lapor Pak! itu di kondisi-kondisi tertentu, apalagi belakangan ini negara kita memang ada aja gebrakannya. Ya kita hanya memanfaatkan media yang kita punya,” ujar Wendi saat menjadi bintang tamu di program FYP, dikutip dari kanal YouTube Trans7 Official, Selasa (16/12/2025).

Wendi juga mengaku bersyukur karena pihak Trans7 memberikan ruang dan dukungan terhadap materi komedi yang mengandung kritik. Menurutnya, jika stasiun televisi tidak sejalan, adegan-adegan tersebut tentu bisa saja dipotong atau tidak ditayangkan.

“Mereka punya kapabilitas untuk edit, untuk motong. Tapi pada akhirnya tetap ditayangkan. Artinya, suara yang kita sampaikan memang mewakili,” katanya.

Lebih lanjut, Wendi menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan merupakan keinginan pribadi sebagai warga negara, yang disampaikan melalui jalur komedi agar lebih mudah diterima publik.

“Terlepas diterima atau tidak, berubah atau tidak, buat gue pribadi itu hanya usaha menunjukkan kaki gue ada di mana,” tuturnya.

Ia pun menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa jika ada pihak yang merasa tersindir, maka kemungkinan kritik tersebut memang mengenai sasaran.

“Kalau tiba-tiba ada yang merasa tersindir, ya berarti memang melakukan itu,” pungkas Wendi. (*)