Firdaus MT dan Prof. Dr. Zulfadil Dinilai Lalai

Terkesan Ditutupi, BPK dan Aparat Diminta Usut Proyek Sekolah USB di Pekanbaru

Terkesan Ditutupi, BPK dan Aparat Diminta Usut Proyek Sekolah USB di Pekanbaru

| Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Lembaga Indonesia Monitoring Development (IMD) mencium adanya ketidakberesan dalam proyek pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Pekanbaru yang mengakibatkan sejumlah siswa terpaksa menumpang ke sekolah lain. Desakan agar segera diusut pun akhirnya muncul.

Dari penelusuran Beritariau.com, Jumat (5/9/14) di USB, ternyata masih banyak pekerjaan yang belum selesai selain soal listrik dan rumah jaga Kepsek. [Baca : Sejak 2013, Inilah Temuan Kondisi Proyek Pembangunan Sekolah di Pekanbaru]

IMD menilai, alasan belum adanya aliran listrik ke sekolah itu terkesan menutup-nutupi fakta riil. "Apa belajarnya malam hari jadi butuh listrik? Itu (alasan, red) tak logis dan ada yang ditutupi," kata Ketua IMD, Raja Adnan, Minggu (7/9/14).

Ia menilai Walikota Pekanbaru H Firdaus ST MT lalai mengawasi penggunaan dana negara. Ia mendesak lembaga auditor resmi seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera melakukan audit investigatif terhadap proyek-proyek itu.

"Biar ketahuan. Mungkin potensi kerugian negara ada disitu. Dan, sebaiknya aparat langsung menyelidiki," katanya.

Ia mengkritik kinerja Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru terkait perencanaan pembangunan yang tampak semrawut terumata soal penambahan anggaran. Menurutnya, Kepala Dinas yang bergelar Profesor itu harus jujur dan terbuka.

"Biar terang benderang dan nasib para murid serta uang negara harus jelas, Kepala Dinas harus memanggil kontraktor pelaksana proyek itu," kata Raja Adnan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini terkuak karena USB itu sudah menerima murid baru, padahal pembangunan yang dimulai sejak tahun 2013 lalu tak junjung selesai. Buntut dari belum selesainya USB ini, siswa-siswi terpaksa menumpang di sekolah lain.

Insiden terjadi, solusi numpang belajar ini berdampak lain, siswa terlibat cekcok mulut bahkan nyari berkelahi. [Baca : Numpang Belajar, Siswa SMA 15 dan SMA 12 Pekanbaru Nyaris Baku Hantam]

“Saya dapat laporan dari orang tua murid, siswa SMA 15 di Jalan Cipta Karya yang dipindahkan sementara di SMA 12 Jalan Garuda Sakti cekcok adu mulut.,” kata PT, kepada Beritariau.com, saat dikonfirmasi, Rabu (3/9/14).