Hasil Pemantauan di Lokasi
Sejak 2013, Inilah Temuan Kondisi Pembangunan Sekolah di Pekanbaru

Kondisi Proyek Unit Sekolah Baru di Pekanbaru | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Sejumlah Unit Sekolah Baru (USB) di Pekanbaru yang belum bisa dipakai ternyata akibat banyaknya pekerjaan yang belum selesai. Selain beberapa bangunan tak selesai, akses jalan masuk yang licin, kursi atau meubeler dan jendela pun tak nampak. Katanya, jendela itu dimaling orang.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mengaku bahwa, gedung sekolah itu belum bisa digunakan hanya karena belum ada listrik serta rumah jaga kepala sekolah (Kepsek) yang belum jadi.
Dikatakan juga bahwa, sekolah tersebut, bisa ditempati bulan depan (Oktober, red) [Baca : Gedung Sekolah Tak Siap, Siswa Numpang ke Sekolah Lain di Pekanbaru].
Dari penelusuran Beritariau.com, Jumat (5/9/14) di beberapa USB, ternyata masih banyak pekerjaan yang belum selesai selain soal listrik dan rumah jaga Kepsek.
Saat menuju USB SMPN 38 di Jalan Seroja Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, ternyata akses jalan dengan lebar 5 meter itu belum siap dilewati. Berjarak tempuh sekitar 1 Kilometer dari pangkal Jalan Seroja. Dan, jarak sekolah dengan rumah warga hanya sekitar 100 Meter.

Kondisi Akses Jalan Menuju SMPN 38 Pekanbaru | Beritariau.com 2014
Jalan itu belum siap untuk dilalui. Dengan naik sepeda motor bebek pun, wartawan peliput beberapa kali terpeleset akibat tanah timbun yang masih lunak dan licin.
Tiba di lokasi, di atas komplek lahan itu, dipenuhi banyak materil bangunan yakni, batu-bata, pasir, tanah dan paving block. Terlihat jelas, hanya satu bangunan yang tegak berdiri, tapi belum layak dipakai.

Kondisi Pekerjaan Salah Satu Bangunan di SMPN 38 Pekanbaru | Beritariau.com 2014
Ada beberapa ruangan di bangunan itu. Anehnya, satu unit meubeler atau kursi-kursi pun tak nampak di ruangan itu. Yang ada hanya potongan triplek bercat putih disandarkan pada dinding ruangan.
Bahkan, bangunan itu terlihat unik, ada banyak ruangan, tapi tanpa daun jendela alias bolong.

Kondisi Jendela di Beberapa Ruangan Bangunan Sekolah SMPN 38 Pekanbaru | Beritariau.com 2014
"Itu jendelanya banyak yang dicuri," ucap seorang tukang sambil menunjuk jendela yang bolong di lokasi.
Disitu juga nampak sebuah plang proyek pembangunan rumah jaga yang menelan dana sebesar Rp110.319.000 pada APBD Kota Pekanbaru tahun 2014. Sayangnya, atas suatu kendala, awak Beritariau.com tak bisa melihat dekat info di plang itu.
Terlihat juga, pekerjaan pembangunan beberapa bangunan yang tak diketahui peruntukannya.
Dari SMPN 38, Beritariau.com juga menyambangi sekolah lain yaitu SMAN 15 Pekanbaru di Jalan Cipta Karya, Gg. Hikmat, Kecamatan Tampan.
Disitu juga terlihat masih dalam proses pengerjaan. Walau dua bangunan sudah berdiri, namun para tukang masih sedang melakukan pengerjaan bangunan baru.
"Bangun kelas juga, pak. Ada dua lantai. Total delapan kelas, di bawah dua di atas dua. Yah, sama seperti yang di sebelahnya yang sudah jadi itu," kata tukang sambil menunjuk bangunan lain yang sudah jadi, di bawah teriknya sinar matahari.
Lain dengan SMPN 38, USB ini belum dialiri arus listrik dari PLN. Diketahui juga, gedung ini dibangun melalui APBD Kota Pekanbaru tahun 2014 yang menelan biaya sebesar Rp1.378.055.000.
Pada SMAN 15 ini, meubeler sudah ada. Beberapa meja siswa, meja guru siap untuk digunakan. Selain satu gedung Ruang Kelas Belajar (RKB), ada juga satu bangunan yang berdiri, bangunan ini diperuntukkan sebagai kantor sekolah.
Paving block dan tiang bendera telah terpasang lengkap. Pertanda halaman upacara bendera sudah siap digunakan. Namun, tiba-tiba, sebuah truk pembawa bahan bangunan melintas di atas paving block yang sudah tersusun rapi itu.
"Jangan disitu. Itu (materil, red) untuk kantor. Bongkar di sana," perintah tukang pada supir dump truck berwarna kuning yang membawa muatan kerikil sambil menujuk lokasi yang dimaksudnya.
Sementara itu, Kepala Disdik Pekanbaru, Prof. Dr. Zulfadil SE saat dikonfirmasi terkait proyek pembangunan yang di SMPN 38, mengatakan akan melaporkan kasus pencurian tersebut ke kepolisan.
"Nanti saya akan lihat, kalau memang dicuri akan dilaporkan ke polisi. Meubeler yang belum datang akan saya cek juga," katanya melalui sambungan seluler, Jumat (5/9/14).
Soal akses jalan masuk ke SMPN 38 itu, ia mengaku bahwa akses jalan itu masih bisa dilalui. "Untuk jalannya masih bisa dilintasi. Pengerasannya akan dilakukan oleh dinas bina marga," sebutnya lagi.
Dari informasi dirangkum, pembangunan 5 USB ini dimulai sejak tahun 2013 lalu. Dalam perjalanannya, USB ini sudah menerima murid baru. Tapi, buntut dari belum selesainya USB ini, siswa-siswi terpaksa menumpang di sekolah lain.
Solusi numpang belajar ini berdampak lain, dikabarkan, siswa terlibat cekcok mulut bahkan nyaris berkelahi. [Baca : Numpang Belajar, Siswa SMA 15 dan SMA 12 Pekanbaru Nyaris Baku Hantam]
“Saya dapat laporan dari orang tua murid, siswa SMA 15 di Jalan Cipta Karya yang dipindahkan sementara di SMA 12 Jalan Garuda Sakti cekcok adu mulut. Bahkan siswa yang menumpang dihina dengan kata-kata yang tidak lazim disebut,” kata PT, kepada Beritariau.com, saat dikonfirmasi, Rabu (3/9/14).
Soal ini Zulfadil tidak terima, ia keberatan dengan sebutan "menumpang". Ia lebih memilih menyebut "bersekolah di sekolah induk".
"Anak-anak itu jangan dibilang numpang belajar. Mereka sekolah di sekolah induknya," sebutnya.
Untuk diketahui, dari hasil penelusuran terhadap 2 dari 5 USB yang dibangun, terangkum informasi dari plang proyek di lokasi. Berikut catatan Beritariau.com :
SMAN 15 Pekanbaru
Perusahaan : CV. Berikan Daku Ridho-Mu
Kegiatan : Penambahan Ruang Kelas Sekolah
Pekerjaan : Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMA N Baru Kecamatan Tampan (4 RKB Bertingkat)
Nomor Kontrak : 23/SPK/Disdik/2014
Nilai Proyek : RP 1.378.055.000,00
Sumber Dana : APBD Kota Pekanbaru Tahun 2014
Lokasi : Kota Pekanbaru
Waktu Pelaksanaan : 140 Hari Kalender
Konsultan : CV. Citratama Arsitektur
SMPN 38 Pekanbaru
Dari 2 hanya 1 plang yang tersalin :
Perusahaan : CV. Macita Jaya
Kegiatan : Pembangunan Rumah Dinas Kepala Sekolah, Guru, Penjaga Sekolah
Pekerjaan : Pembangunan Rumah Penjaga Sekolah SMP N Kel. Kulim Kecamatan Tenayan Raya
Nomor Kontrak : 89/ktr-pl/Sarpras/2014
Nilai Proyek : RP 110.319.000,-
Sumber Dana : APBD Kota Pekanbaru Tahun 2014
Lokasi : Kota Pekanbaru
Waktu Pelaksanaan : 90 Hari Kalender
Konsultan : CV. Indrawati [mar]

