Mobil Plat Merah Pasrah Dipukuli
Blokade Jalan, Mahasiswa UR Tulis "PDIP PHP" di Truk Pertamina

Mahasiswa Universitas Riau Menyandra Mobil Truk Tangki Milik Pertamina | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Meski tak ada bentrok, namun para pengguna jalan menyesalkan aksi mahasiswa Universitas Riau (UR) yang memblokade jalan lintas Pekanbaru - Bangkinang yakni Jalan HR Soebrantas, Kec Tampan, Pekanbaru yang tepat di depan Kampus Bina Widya UR.
"Harusnya demo di kantor pemerintah, bukan di jalan lintas ini," gerutu salah satu pengguna jalan saat mencoba menerobos blokade, Jumat (5/9/14).
Pantauan Beritariau.com di lapangan, para pengendara yang tak terima akan blokade jalan ini, mencoba menerobos. Akhirnya, mahasiswa dan pengendara itu saling teriak.
"Woi, berhenti kau !," teriak salah satu mahasiswa kepada pengendara mobil Kijang Inova berwarna cream yang mencoba menerobos.
Tak hanya itu, seorang pengendara motor tampak kesal dan menarik-narik gas motornya menerobos barikade itu. Teriakan berbalas teriakan pun terjadi.
Seorang aparat TNI dibantu keamanan kampus berusaha melancarkan arus lalu lintas, namun, tak dihiraukan pendemo. Saat itu, sebuah mobil pengangkut BBM milik Pertamina melintas.
Melihat itu, pendemo langsung menyerbu dan menyandera truk selama beberapa menit. Himbauan dan negosiasi yang dilakukan aparat TNI itu tak berhasil.
Aksi penyanderaan dilanjutkan dengan mencoret tangki tesebut. "PDIP PHP," tulis seorang mahasiwa menggunakan cat semprot. [Baca : Mahasiswa UR Sandera Dua Unit Truk Pertamina]
Setelah puas dan melepaskan truk, demonstran kemudian memburu mobil
plat merah. Target ditemukan, satu unit mobil plat merah milik pemerintah jadi bulan-bulan demonstran.
Walau ada yang lolos dengan tancap gas, namun ada satu mobil yang tak lolos. Sang pengemudi harus pasrah ketika mobilnya dipukul-pukul pendemo.
Jelang pukul 11. 00 WIB, pihak Kepolisian tiba. Tak bisa berbuat banyak, pasalnya para mahasiswa langsung membubarkan diri saat melihat kedatangan polisi. Menyudahi aksinya, mereka langsung masuk ke dalam kampus. [mar]
"Harusnya demo di kantor pemerintah, bukan di jalan lintas ini," gerutu salah satu pengguna jalan saat mencoba menerobos blokade, Jumat (5/9/14).
Pantauan Beritariau.com di lapangan, para pengendara yang tak terima akan blokade jalan ini, mencoba menerobos. Akhirnya, mahasiswa dan pengendara itu saling teriak.
"Woi, berhenti kau !," teriak salah satu mahasiswa kepada pengendara mobil Kijang Inova berwarna cream yang mencoba menerobos.
Tak hanya itu, seorang pengendara motor tampak kesal dan menarik-narik gas motornya menerobos barikade itu. Teriakan berbalas teriakan pun terjadi.
Seorang aparat TNI dibantu keamanan kampus berusaha melancarkan arus lalu lintas, namun, tak dihiraukan pendemo. Saat itu, sebuah mobil pengangkut BBM milik Pertamina melintas.
Melihat itu, pendemo langsung menyerbu dan menyandera truk selama beberapa menit. Himbauan dan negosiasi yang dilakukan aparat TNI itu tak berhasil.
Aksi penyanderaan dilanjutkan dengan mencoret tangki tesebut. "PDIP PHP," tulis seorang mahasiwa menggunakan cat semprot. [Baca : Mahasiswa UR Sandera Dua Unit Truk Pertamina]
Setelah puas dan melepaskan truk, demonstran kemudian memburu mobil
plat merah. Target ditemukan, satu unit mobil plat merah milik pemerintah jadi bulan-bulan demonstran.
Walau ada yang lolos dengan tancap gas, namun ada satu mobil yang tak lolos. Sang pengemudi harus pasrah ketika mobilnya dipukul-pukul pendemo.
Jelang pukul 11. 00 WIB, pihak Kepolisian tiba. Tak bisa berbuat banyak, pasalnya para mahasiswa langsung membubarkan diri saat melihat kedatangan polisi. Menyudahi aksinya, mereka langsung masuk ke dalam kampus. [mar]

