168 Peserta Siap Jalani Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural di Pemprov Riau

168 Peserta Siap Jalani Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural di Pemprov Riau

Beritariau.com, Pekanbaru — Proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus berlanjut. Sebanyak 168 peserta yang telah lulus seleksi administrasi kini bersiap menjalani uji kompetensi manajerial dan sosial kultural mulai Senin (20/10/2025).

Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) JPTP Riau, Dr. Yafiz, menjelaskan bahwa tahapan uji kompetensi ini akan berlangsung hingga 25 Oktober 2025 di UPT Penilaian Kompetensi BKD Riau.

“Tes ini bertujuan menilai kapasitas manajerial, kemampuan kepemimpinan, serta kepekaan sosial kultural para peserta. Hasilnya akan menjadi dasar penentuan pejabat yang benar-benar layak menduduki jabatan eselon II,” ujar Yafiz.

Menurutnya, uji kompetensi ini merupakan bagian penting dalam sistem seleksi berbasis meritokrasi, yang menekankan integritas, profesionalitas, dan kemampuan manajerial calon pejabat daerah.

Sebelumnya, Tim Pansel telah mengumumkan hasil seleksi administrasi melalui Surat Nomor 10/Pansel/JPTP/2025. Dari total 180 pelamar yang mendaftar untuk mengisi 20 posisi jabatan eselon II, sebanyak 168 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhak melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Selain uji kompetensi, Pansel juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proses seleksi melalui penyampaian rekam jejak calon pejabat.

Masyarakat dapat memberikan masukan, saran, atau informasi terkait peserta melalui email: [email protected]
 hingga 30 Oktober 2025.

“Masukan publik menjadi bagian penting dari proses seleksi ini. Semua informasi yang diterima akan diverifikasi secara langsung oleh tim panitia,” jelas Yafiz.

Ia menegaskan, seluruh proses seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan profesional, guna memastikan pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi, integritas, serta dedikasi tinggi dalam mendukung kinerja Pemerintah Provinsi Riau.

“Kita ingin memastikan pejabat yang menduduki posisi strategis benar-benar memiliki kemampuan manajerial yang kuat dan kepekaan sosial terhadap masyarakat,” pungkasnya. (*)