Asia Flux Hadir di Riau, Perkuat Komitmen terhadap Lingkungan

Beritariau.com, Pekanbaru – Gubernur Riau Abdul Wahid menerima audiensi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terkait rencana pelaksanaan kegiatan Asia Flux di Riau. Pertemuan di Kantor Gubernur Riau, Senin (15/9/2025), membahas kontribusi riset lingkungan dan komitmen keberlanjutan di tingkat regional maupun internasional.
Asia Flux merupakan jaringan ilmuwan internasional yang meneliti pertukaran karbon, energi, dan air antara ekosistem darat dan atmosfer. Kegiatan ini menjadi wadah penting dalam memahami dinamika perubahan iklim sekaligus merumuskan strategi mitigasi berbasis riset ilmiah.
Perwakilan PT RAPP, Sofyan Kurniawan, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pihaknya dipercaya menjadi tuan rumah Konferensi Asia Flux. Acara akan menghadirkan peneliti dari berbagai negara, dengan agenda diskusi akademis, presentasi penelitian, serta kunjungan lapangan ke lokasi riset lingkungan di Riau.
“Kami merasa terhormat bisa menyelenggarakan Konferensi Asia Flux tahun ini. Kehadiran para ilmuwan internasional diharapkan memberikan perspektif baru dalam pengelolaan lingkungan sekaligus kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” ujar Sofyan.
Konferensi yang dijadwalkan pada 20–25 Oktober 2025 itu akan diikuti puluhan peneliti dalam dan luar negeri. Agenda ini tidak hanya memperkuat posisi Riau sebagai pusat riset lingkungan di Asia Tenggara, tetapi juga memperkenalkan komitmen daerah terhadap pembangunan hijau.
Gubernur Riau, Abdul Wahid, menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, hasil riset Asia Flux dapat menjadi rujukan dalam merumuskan kebijakan daerah, khususnya terkait pengelolaan sumber daya alam dan mitigasi perubahan iklim.
“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan ekonomi semata. Ilmu pengetahuan harus diintegrasikan dalam setiap langkah pembangunan. Saya optimis hasil riset Asia Flux akan memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkap Wahid.
Ia juga berharap konferensi ini mampu memperkenalkan Riau ke dunia, bukan hanya sebagai daerah penghasil komoditas, tetapi juga sebagai pusat penelitian dan inovasi lingkungan. “Konferensi ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa Riau serius mewujudkan pembangunan hijau. Mari berkolaborasi menjaga alam sekaligus menciptakan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

