Demo Gerakan Rakyat Kampar Diwarnai Aksi Buka Baju, Tiga Orang Diamankan

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Belasan orang yang menamakan diri Gerakan Rakyat Kampar menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Rabu (21/10).
Mereka menuntut Kejaksaan Agung (Kejagung) RI untuk serius mengusut tuntas dugaan korupsi Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) oleh Pemkab Kampar. Dimana program ini menjadi tanggung jawab Bupati Kampar, Jefry Noer.
Dalam melakukan aksinya, para demonstran membuka baju, dan membentangkan spanduk berisi tuntutan di depan pagar Kejati Riau. Aksi buka baju ini berlangsung tidak lama setelah orator mereka berteriak menyuarakan tuntutannya.
"Buka baju kawan-kawan. Kita teriakkan protes kepada Kejagung dan institusi ini. Tidak tuntas menyelesaikan kasus P4S Kampar," teriak Koordinator Aksi, Rahmat.
Para demonstran juga bertindak nekat dengan memanjat pagar untuk masuk ke halaman Kejati Riau. Mereka melakukan itu setelah berapa lama petugas tidak juga membuka pagar dan menerima mereka.
Tak ayal, aksi para demonstran mendapat respon dari petugas keamanan dalam (Kamdal) Kejati Riau. Petugas juga mengamankan tiga orang yang sempat menyeberang ke halaman Kejati dengan memanjat pagar utama gedung.
Ketiga demonstran ini langsung diamankan di ruang Kamdal tepat tidak jauh dari pagar halaman dalam Kejati Riau. Setelah bernegosiasi di dalam ruangan Kamdal, ketiganya dikeluarkan petugas dan kembali ke rombongan rekan mereka yang berorasi di luar pagar.
"Tim Kejagung kemarin datang ke Batam, bukan ke Riau, dan hari ini kabarnya pemeriksaan dilakukan di Jakarta, bukan di Pekanbaru seperti jadwal semula," kata seorang pendemo berteriak.
Kordinator Demonstran, Rahmat mengungkapkan dugaan Korupsi P4S ini disidik oleh Kejaksaan Agung setelah sebelumnya sempat ditangani oleh Kejari Bangkinang dan Kejati Riau. Namun, Tim Penyidik Kejagung berkali-kali batal melakukan pemeriksaan saksi-saksi di Pekanbaru akibat pesawat tidak bisa mendarat karena Kabut Asap menyelimuti udara Riau.
Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Riau, Mukhzan mengatakan, proses penyidikan kasus tersebut tetap dilakukan, tidak dihentikan oleh Kejagung.
"Penundaan karena asap yang menyelimuti Pekanbaru, sehingga tim Kejagung tidak bisa mendarat di Bandara," kata Mukhzan, di hadapan demonstran.
Di depan para demonstran, Mukhzan menabur janji dengan mengatakan proses pengusutan dugaan korupsi P4S tetap berlanjut hingga ke ranah persidangan, temasuk akan menyeret Bupati Kampar Jefri Noer.
"Tapi yakinlah akan tetap lanjut, sampai menyeret pihak terkait termasuk Bupati Kampar jika memenuhi dua alat bukti yang cukup," janji Mukhzan.
Setelah puas berorasi dan mendapat respon dari Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, demonstran kemudian membubarkan diri dengan tertib. Aksi ini berlangsung di bawah kawalan aparat kepolisian dari Polresta Pekanbaru. [pan]

