Dua Kelompok Buruh di Rohul Bentrok Rebutan Lahan

Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Rokan hulu - Dua kelompok buruh di Rokan Hulu (Rohul) terlibat bentrokan yang dilatarbelakangi perebutan lahan, Senin (19/10) pagi kemarin.
Dua kelompok yakni, Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) dengan Buruh Serikat Pekerja Pertanian Perkebunan (SP3) bertikai di depan pabrik kelapa sawit (PKS) PT Kencana Persada Nusantara (KPN).
Bentrok berawal ketika puluhan buruh dari SP3 datang untuk menjalankan aktivitas seperti biasa ke PT KPN. Namun sekitar 100 meter sebelum sampai areal perusahaan, mereka dihadang kelompok buruh dari FSPTI. Penghadangan itu pun berujung bentrok.
Dari sumber yang dihimpun beritariau.com, bentrokan, bentrok berawal ketika puluhan buruh dari SP3 datang untuk menjalankan aktivitas seperti biasa ke PT KPN. Namun sekitar 100 meter sebelum sampai areal perusahaan, mereka dihadang kelompok buruh dari FSPTI. Penghadangan itu pun berujung bentrok.
Lalu buruh FSPTI melempari buruh SP3 dengan batu. Merasa tak terima, aksi balas lempar pun terus terjadi dan puluhan buruh dari kedua belah pihak terluka.
Kabit Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja Distransnaker Rohul, Udar pada selasa (20/10) minta Camat Tambusai, Syahriyal Lukfi untuk segera mengatasinya. Karena bentrokan terjadi akibat keputusan rapat yang dipimpinnya.
"Saya menilai bentrok tersebut atas hasil rapat yang dikeluarkan camat tambusai. Sebaiknya Camat Tambusai menyelesaikan kasus ini dengan cepat sebelum ada korban jiwa, karena saat ini kondisinya masih memanas," harapnya.
Ia juga menjelaskan, sejak tahun 2008 sampai 2012 memang buruh dari SP3 yang mengerjakan bongkar muat di PT KPN. Sedangkan tahun 2012 sampai 2015 dikendalikan organisasi masyarakat yang dikelola pemerintah Desa Batang Kumu.
Sementara itu FSPTI merasa tidak terima jika bongkar muat dilakukan oleh ormas. Dan akhirnya upika Kecamatan Tambusai menggelar rapat mediasi dan memutuskan FSPTI yang memegang lahan tersebut per tanggal 3 September 2015.
Sayangnya dalam rapat tersebut tidak melibatkan SP3 yang juga biasa ikut bongkar muat di perusahaan itu. Sehingga pihak SP3 tidak mengetahui hasil rapat dan memicu bentrok antar dua kelompok. [cp]

