Oknum TNI dan Otak Pelaku Dikejar

Setelah Polda Riau turun tangan, 5 perampok bersenpi di Kampar berhasil ditangkap

Setelah Polda Riau turun tangan, 5 perampok bersenpi di Kampar berhasil ditangkap

5 Pelaku Perampokan di Kampar saat Ekspos Penangkapan di Mapolda Riau | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Setelah dibantu Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, akhirnya kawanan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) alias perampok yang kerap beraksi di Kabupaten Kampar, berhasil ditangkap. Sebanyak 5 dari 9 perampok sadis yang kerap menembak para korbannya ini, diringkus tanpa perlawanan.

Kelima pelaku yakni HR alias Pak De (46) asal Jawa Timur, JS alias Oppung (54)warga Pekanbaru, BP alias Bambang (47), Ramli (31) asal Kota Medan, Heri (26) warga Gunung Sahilan Kampar. Mereka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukum 15 tahun.

Dua pelaku diamankan di Pekanbaru, sedangkan tiga lainnya diamankan di sekitar Gunung Sahilan Kampar. Kelimanya disebut sebagai binaan dari otak perampokan sekaligus eksekutor berinisial TF.

"TF selalu bertindak sebagai eksekutor penembakan. Dia sedang dalam pengejaran. Setiap korbannya ditembak di TKP di Kampar," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Polda Riau Kombes Pol Rivai Sinambela, Senin (19/10/15).

Selain TF, 1 dari 3 tersangka lain yang juga ikut diburu adalah oknum anggota TNI AD berinisial LD. "Untuk oknum itu, kita sudah koordinasi dengan Denpom TNI," kata Rivai lagi.

Dalam beroperasi, dilanjutkan, Rivai para pelaku melakukan perencanaan dengan matang. Mulai dari menggambar situasi di TKP seperti di Bank BRI dan BNI. Bahkan, mengintai para korbannya saat di rumah dan di kantor. TF, diketahui sebagai perencana dan setiap kali beraksi, kerap menembakkan peluru timah panas ke para korbannya.

Korban pertama, bernama Syahrul Nasution dengan kerugian sebesar Rp195juta. Korban kedua yaitu Arman dengan kerugian Rp80 Juta. Korban ketiga yaitu Rahmad Basuki (44). Semua korban ini ditembak oleh TF tepat dibagian paha.

Dari tangan para perampok itu, Polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain ; 1 unit Mobil Toyota Avanza BM 1168 ZN berwarna Hitam, 2 Unit HP, Proyektil dari Kaki Korban, Selongsong Peluru Laras Panjang Jenis AK 47 dan Golok. Sementara, uang hasil rampokan telah dibagi rata para pelaku dan selanjutnya dibelanjakan sampai habis termasuk membeli Cincin dan Kalung Mas yang juga masuk sebagai barang bukti.

Bambang, salah satu dari 5 pelaku ini mengaku mengenal TF alias Taufik di sebuah warung kopi di kawasan Transmigasi Penghidupan Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar.

Ia mengaku diajak merampok oleh Taufik yang merupakan warga asal Provinsi Lampung itu. Tawaran itu diterimanya karena Taufik mengaku dibekingi oleh oknum TNI. "Baru sekali ikut. Dia bilang dibantu tentara makanya saya ikut. Uangnya memang dibagi rata," kata Bambang.

Untuk diketahui, aksi sadis para perampok ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Tak sedikit warga yang jadi korban. Meski demikian, Polres Kampar tak kunjung berhasil mengungkap kasus ini. Akhirnya, setelah Polda Riau ikut turun tangan, para pelaku berhasil ditangkap.

Terakhir, perampokan terjadi saat korban Rahmat Basuki bersama supirnya bernama Liswono mendadak disalib mobil Avanza saat dalam perjalanan. Setelah berhenti, mereka langsung dikepung lima pria bersenjata api dan senjata tajam.

Para pelaku langsung memecahkan kaca mobil. Lalu, menodong korban dan meminta uang yang dibawanya diserahkan. Karena di bawah ancaman, lanjutnya, korban menyerahkan uang tersebut.

Setelah uang diberikan, ternyata perampok ini masih tega menembak kaki sebelah kiri Rahmat. Sedangkan supirnya juga dilukai kakinya dengan senjata tajam. Usai mendapatkan uang rampasan serta menembak dan menusuk dua korban, kawanan rampok tersebut lantas melarikan diri. [red]