Miris, Satu Sepeda Motor Dinaiki 7 Sampai 8 Orang
Kasihan, ya! Karena Asap, Belasan Suku Anak Dalam Ngungsi ke Pekanbaru

Foto suku anak dalam mengungsi karena kabut asap di Pekanbaru | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Pemandangan tak lazim terlihat di Jalan Sudirman, Pekanbaru pada Minggu (18/10) kemarin. Ada tiga unit sepeda motor beriringan melintas dengan ditumpangi tujuh hingga delapan warga suku Anak Dalam dari Jambi.
Melihat konvoi tak lazim tersebut, Bripka Dendi Sandra Syarif, salah seorang anggota Satlantas Polresta Pekanbaru sempat menghentikannya. Dan ia pun terkejut setelah mengetahui belasan orang itu merupakan pengungsi akibat kabut asap pekat di Jambi.
"Saat itu mereka tidak menggunakan helm. Bahkan, satu sepeda motor ditumpangi enam hingga tujuh penumpang. Saat saya stop, saya kaget ketika mereka mengaku Suku Anak Dalam dari Jambi. Mereka bilang kalau mengungsi ke Riau akibat asap. Sekarang mereka mau kembali ke Jambi," jelas Dendi.
Penampilan mereka memprihatinkan, tampak kumal dan tidak terawat. Mirisnya lagi, mereka hanya menggunakan tiga sepeda motor yang layaknya dikendarai oleh dua penumpang saja. Dan ketiga kendaraan mereka tidak dilengkapi plat nomor polisi.
"Satu motor mereka itu, ditumpangi enam hingga tujuh penumpang dimana terdiri dari tiga dewasa dan lainnya bayi serta anak-anak. Setiap motor mereka membawa karung besar. Kata mereka, karung itu berisi baju selama mereka mengungsi," terang Dendi.
Dengan alasan kemanusiaan, Bripka Dendi pun tidak bisa menahan Suku Anak Dalam tersebut. Dan rombongan ini melanjutkan perjalanan mereka untuk kembali ke kampung halamannya di Jambi.
Suku Anak Dalam atau yang juga disebut Suku Kubu atau Orang Rimba berasal dari pedalaman Hutan Bukit 12, Provinsi Jambi. Mereka mengungsi ke Riau dengan sepeda motor akibat kebakaran lahan dan hutan yang melanda kampung mereka. Jumlah populasi mereka diperkirakan sekitar 200 ribu orang.
Sayang sekali, kepedulian pemerintah dan pihak terkait tak terlihat. Padahal, jalur jalan jenderal Sudirman yang mereka lalui melewati beberapa Posko kabut asap yang mendirikan tenda, baik dari Dinas Kesehatan, Pemprov Riau, maupun BNPB dan BPBD Riau.
Bahkan, rombongan ini melewati beberapa kantor pemerintahan, kantor perkebunan kelapa sawit milik sejumlah pengusaha, serta melewati sejumlah pusat belanja yang biasa jadi tempat rekreasi dan belanja. [pan]

