Pengunjung Dites Urine
Razia! MP Club dibubarkan, di SP Club ada inek dan alat hisap sabu

Para Pengunjung MP Club berebut kabur melalui pintu saat Razia | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Usai berhasil menangkap ratusan pembalap liar di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Minggu (18/10/15) dini hari sekitar pukul 01.30 Wib, ratusan Personil Razia Gabungan dipecah menjadi beberapa kelompok dan bergerak menyisir sejumlah pusat hiburan malam.
[Baca : Ratusan remaja pembalap liar Pekanbaru diangkut, Ryan nekat tabrak posko]
Pantauan dilokasi MP Club Pub & Karaoke yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, dari pintu masuk lift yang berada di basement parkiran, para pengunjung kelab malam itu mulai berhamburan turun keluar dari areal itu. Satu grup tim baik terdiri dari kepolisian dan BNN, Denpom TNI AD dan AU bergerak menuju lokasi kelab malam yang berada di lantai V gedung Mall Pekanbaru.
Ternyata, razia ini mulai "tercium". Setiba dilantai V, ratusan pengunjung sudah membludak mengantri menggunakan lift untuk turun dan pulang. Para pria tua, remaja dan gadis-gadis muda berpakaian seksi tampak berhimpitan berebut masuk ke pintu lift. Sebagian tampak terhuyung-huyung bak orang mabuk.
Dilokasi itu, Personil Denpom TNI AU yang ikut razia, dengan sikap mengenali dua pria berambut cepak yang diduga anggota TNI AU. Keduanya, langsung disuruh berdiri menghadap dinding dan diminta menunjukkan Kartu Identitas dan Kartu Tanda Anggota (KTA).
"Kalian berdiri disitu. Kalian anggota kan? Tunjukkan KTA kalian," ungkap personil Denpom kepada dua pria yang wajahnya tampak pucat.
Dilokasi itu, suara dentuman musik dari dalam Pub masih terdengar keras. Para personil polisi pun langsung masuk ke arena Pub. "Pulang-pulang kalian. Jam berapa ini? Bubar cepat," teriak salah seorang polisi sambil menyoroti para pengunjung pub dengan lampu senter.
Seketika musik pun berhenti dan lampu mulai dinyalakan. Para pengunjung pun berhamburan keluar. Di lokasi MP Club ini, petugas hanya membubarkan lokasi.
Sementara, di SP Club yang letaknya tak jauh dari MP Club, razia tampak digelar secara intens. Para pengunjung justru dilarang turun dengan lift. Semuanya ditahan keluar. Para pria dan wanita yang dari room karaoke dibariskan secara berkelompok untuk digeledah badan. Usai digeledah, lalu dites urine guna menjaring pemakai narkoba.
Disini, Petugas POM TNI AD dan TNI AU jua turut mengamankan beberapa oknum anggota TNI berpakaian preman yang ikut terjaring.
Sementara di Pub alias di arena diskotik SP Club yang keram dikenal sebagai arena dugem. Petugas menyisir dan menggeledah setiap kursi pengunjung.
Untuk sementara, di SP Club ini, Petugas hanya menemukan pecahan pil ekstasi yang dibunkus dalam kertas tissu.
Selain itu, ditemukan sejumlah plastik bening diduga pembungkus narkoba Jenis Sabu beserta alat hisap bong yang dirakit dengan botol Air Mineral di room Karaoke dan toilet Lantai V Senapelan Plaza alias SP Club.
Bahkan, sejumlah barang yang diduga sebagai alat pembakar sabu itu ditemukan di toilet lantai II diskotik yang terdapat sebuah kursi mencurigakan. Kuat dugaan, para pemakai membuang sabu saat mengetahui adanya razia.
Semua pengunjung tak luput dari pemeriksaan. Khusus bagi yang wanita, dilakukan pemeriksaan oleh petugas Polisi wanita.
Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono yang memimpin razia ini mengatakan, razia besar-besaran ini bertujuan untuk menertibkan hiburan malam yang beroperasi melebihi jam operasional sesuai Peraturan Daerah.
"Untuk menertibkan agar hiburan malam tak melewati waktu yang ditentukan. Selain itu, kita juga menjaring pengguna dan pengedar narkoba yang ada di hiburan malam," ujar Putut.
Razia yang berlangsung lebih kurang dua jam ini, tak hanya menyasar para pengunjung, melainkan seluruh karyawan, baik waiters, disk jokie (DJ), security dan lainnya. Bahkan ada diantara mereka yang hasil tes urinenya positif sebagai pengguna narkoba. [red]

