Agar Pilkada tak ricuh, Bawaslu RI tatap muka dengan warga

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Sesuai amanat UU Nomor 15 Tahun 2015 Pasal 73 ayat 2 tentang tugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran untuk terwujudnya Pemilu yang demokratis, Jumat (16/10/15) pagi , Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menggelar sosialisasi di Ballroom Grand Hotel Pangkalan Kerinci.
Acara sosialiasi dan tatap muka dengan stakeholder dan masyarakat itu dalam rangka pengawasan dan penanganan pelanggaran pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Tahun 2015 di Kabupaten Pelalawan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu RI Dr Muhammad diwakili Tenaga Ahli Bawaslu RI Syafaruddin, Ketua Bawaslu Propinsi Riau Edi Syarifuddin beserta jajaran, Ketua Panwas Kabupaten Pelalawan Djamaluddin Ali beserta jajaran, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, pelajar dan ratusan masyarakat.
Dalam sambutannya, Tenaga Ahli Bawaslu RI Syafaruddin mengatakan, bahwa sosialisasi dan tatap muka ini bertujuan untuk mensosialisasikan cara melakukan pengawasan dan penanganan pelanggaran pada penyelenggaraan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota 2015 di Provinsi Riau khususnya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Pelalawan.
Selain itu, sosialisasi memiliki sasaran utama agar penyelenggara dan masyarakat dapat membangun suasana demi terciptanya suasana tertib dan aman.
"Kita berharap dengan pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang digagas oleh Bawaslu dapat menjadikan suasana yang kondusif pada penyelengaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan bisa terwujud dengan damai dan aman," ujarnya.
Syafaruddin juga mengatakan, untuk itu, dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu dibutuhkan tidak hanya peran penyelenggara namun peran serta partisipasi masyarakat dalam mengawasi tahapan hingga proses rekapitulasi yang merupakan bagian utama dalam penyelenggaraan pemilu demi mewujudkan pemilu langsung, umum, bebas dan rahasia.
"Kita telah mengevaluasi pemilu legislatif dan presiden dan wakil presiden. Kita tak mau pelanggaran malah semakin massif. Oleh karena itu, kita lakukan pendekatan persuasif, kita berharap pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara namun sukses pemilu adalah tanggung jawab bersama," sebutnya. [red]

