10 polisi di Dumai positif Narkoba, Kapolda: Pecat saja yang terlibat!

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Dumai - Kotamadya Dumai yang kini menjadi daerah paling rawan sebagai jalur masuknya narkotika dan obat-obatan terlarang dari luar negeri, malah dinikmati oleh anggota polisi. Sebab, dari 102 anggota Polres Dumai yang melakukan tes urine Rabu (06/05/15) siang, ada 10 personil yang dinyatakan positif pengguna narkoba.
Hasil tes urine dari 10 anggota jajaran Polres Dumai ini, positif mengandung Amphetamine.
"Satu orang berpangkat Aiptu, tiga orang berpangkat Bripka, dua orang berpangkat Brigadir, serta empat lainnya berpangkat Briptu," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Rabu (06/05/15) di ruangannya.
Tes urine tersebut, kata Guntur, juga dilakukan terhadap 2 personil Pamen (Perwira Menengah), 26 personil Pama (Perwira Pertama) serta 74 Brigadir.
"Memang tes urine ini dadakan sehingga meminimalisir upaya menghindar yang dikhawatirkan akan dilakukan oleh anggota. Terbukti ada 10 personil yang terjaring," ujar Guntur.
Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan mengintruksikan kepada Kapolres Dumai AKBP Tony Hermawan agar segera melakukan langkah tegas terhadap anggotanya yang menjadi contoh buruk di tubuh Bhayangkara.
"Harus tegas, polisi pengguna narkoba itu pengkhianat. Bagaimana mau melayani masyarakat bila dia sendiri tidak sehat dan kecanduan narkoba," ujar Dolly.
Dolly juga meminta kepada setiap kepala satuan wilayah, untuk melakukan tindakan tegas berupa penghentian dari kedinasan Polri terhadap polisi yang terlibat narkoba.
"Polisi terlibat narkoba pecat saja. Orang tua susah memasukkan anak jadi polisi, malah menyalahgunakan. Tidak ada toleransi karena yang mau masuk polisi masih banyak. Jangan karena satu orang instansi kita rusak," tegas Dolly. [Pan]

