Aktivitas Jaring Batam Net Bikin Nelayan Bengkalis Resah

Aktivitas Jaring Batam Net Bikin Nelayan Bengkalis Resah

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Bengkalis - Maraknya penangkapan ikan menggunakan Jaring Batam net (Jaring Kurau) di perairan Selat Melaka sangat meresahkan para nelayan kecil. Karena hasil tangkapan mereka jadi berkurang drastis. Apalagi mereka hanya menggunakan alat kecil seperti Rawai, yang tak mungkin bersaing dengan Jaring Kurau.

Seperti diakui salah satu nelayan di Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Bengkalis, yang tidak mau disebut namanya, Senin (4/5/15) ketika ditemui beritariau.com. Ia mengeluhkan penggunaan jaring batam net yang marak di perairannya.

Mereka ini beroperasi di kawasan yang harusnya menjadi arealnya nelayan kecil.

"Ketetapan empat mil dari pantai oleh Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Bengkalis ini tidak digubris oleh kapal jaring batam net," keluhnya.

Sebagai nelayan kecil, ia dan kawan-kawannya hanya bisa berharap adanya pengawasan dari dinas. Termasuk mengimbau kepada nelayan jaring batam net untuk bisa memberi waktu nelayan kecil melakukan tangkapan ikan di waktu siang hari.

"Karena waktu kami, nelayan kecil melakukan tangkapan dari pagi sampai enam sore," jelasnya.

Sementara itu Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkalis H Amril Mukminin, melalui Kabid Kelautan Azwir ketika dikonfirmasi mengatakan kalau pihaknya terus berupaya untuk selalu Pengawasan dan pembinaan pada jaring batu. Terutama yang masuk di areal yang telah ditentukan berapa mil dari pantai.

"Kami juga melakukan pemantauan dukumen kapal jaring batam net yang sudah mati. Kita minta secepatnya mengurus kembali dukumennya, dan kita imbau kapal-kapal batam net untuk tidak melakukan tangkapan di areal yang telah ditentukan," ujarnya.

Apabila nekat melanggar, dinas pun tak segan-segan untuk bertindak tegas. Pengawasan terus dilakukan, baik itu dari daerah luar maupun dari kapal dalam daerah. [*]

Tags :# hukum