Polsek Tampan tembak pembobol ATM, Operator lagi dicari

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Kepolisian Sektor Tampan menciduk dua orang pelaku spesialis pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan modus kartu tersangkut Selasa (05/05/15) sekitar pukul 01.00 wib dinihari. Salah satu pelaku dihadiahi timah panas lantaran berusaha kabur saat akan ditangkap.
"Aksi kedua pelaku inisial AC dan AR ini dilakukan dengan cara mengganjal tempat masuknya kartu di mesin ATM. Saat si nasabah pergi meninggalkan mesin ATM, pelaku pun membobol ATM korban yang tertelan," ujar Kapolsek Tampan, Kompol Suparman didampingi Kanit Reskrim AKP Herman Pelani.
Tak ayal, pelaku pun berhasil mengambil uang nasabah senilai puluhan juta Rupiah. Bahkan, para pelaku dinilai profesional, pasalnya aksi mereka tidak hanya sekali, namun sudah 20 kali ditempat yang berbeda.
"Saat beraksi kedua pelaku mengintai pemilik kartu dan menempelkan nomor handphone Call Center palsu di mesin ATM tersebut," ujar Kompol Suparman.
Karena Kartu ATM tersangkut didalam, korban melihat nomor handphone yang ditempel di mesin, kemudian menghubingnya. Namun setelah menghubungi nomor operator palsu tersebut, korban diarahkan untuk mengirimkan nomor PIN ATM, padahal kartu ATM yang sudah tersangkut tak bisa ditarik.
"Lalu sang operator palsu tersebut menyuruh si korban untuk datang ke Bank yang bersangkutan agar segera melakukan pengurusan," kata Suparman.
Saat korban pergi meninggalkan mesin ATM, pelaku pun masuk ke ruang mesin ATM kemudian beraksi dengan bekal PIN ATM yang diberi oleh rekan operator palsunya.
"Saat itulah, pelaku mengambil peran dengan memasukkan kode PIN yang sudah didapat. Mereka kemudian menguras isi tabungan dan melarikannya," terang Suparman.
Dari pengakuan kedua pelaku, ternyata mereka sudah berkasi sebanyak 20 kali dan dilakukan lebih dari dua orang, yakni sang operator palsu yang masih dikejar.
"Kita masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku lain, yakni operator palsu tersebut," jelasnya.
Penangkapan AC dan AR, sambung Suparman, berawal dari laporan korban bernama Hendra. Saat itu dia turut jadi korban sewaktu mengambil uang di ATM BRI di SPBU jalan Subrantas, tepatnya di depan pasar Panam, kelurahan Tuah Karya.
"Setelah mendapat laporan ini, kita langsung memburu tersangka, dan menangkap keduanya, Selasa dinihari tadi, sekitar pukul 02.00 WIB. Seorang diantaranya yaitu AR, terpaksa kita tembak kaki kanannya, karena berusaha melawan petugas," ungkapnya.
Kompol Suparman bersama anggotanya pun kemudian membawa pelaku yang mengalami luka tembak pada bagian kaki sebelah kanan itu ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk mendapat perawatan. Setelahnya polisi menggiring kedua pelaku ke Mapolsek Tampan, guna penyidikan lebih lanjut.
"Kita duga mereka beraksi lebih dari dua orang. Anggota masih melakukan pengejaran terhadap pemain lainnya," tandasnya. [Pan]

