Besok, Polda Riau cek kejiwaan Mario si Penyusup

Besok, Polda Riau cek kejiwaan Mario si Penyusup

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepala Bagian Psikologi Polda Riau Kompol Novian Susilo mengaku, sebelum Mario Steven Ambarita (21) lari dari rumahnya pada Jumat (17/04/16) lalu, Ia berencana melakukan Investigasi dan mencari tahu kepribadian Mario dari orang-orang terdekatnya di kecamatan Bagan Sinembah kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Namun hal itu tertunda, lantaran Mario si penyusup rongga roda pesawat Garuda Indonesia rute penerbangan Pekanbaru - Jakarta itu memilih lari dari rumah hingga akhirnya ditangkap petugas Bandara internasional Kuala Namu Medan Sumatera Utara, saat mondar mandir di lobi bandara tempat publik menunggu jadwal penerbangan.

"Sebelum Jumat (17/04/15) rencananya saya mau lihat data sekundernya dari orang-orang sekitarnya. Karena seseorang tidak bisa divonis dari satu data," ujar Kompol Novian, Senin (20/04/15) di ruangannya.

Menurut Kompol Novian, Direktorat Jendral Perhubungan sudah berkoordinasi dengan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Riau, untuk memeriksa kejiwaan Mario.

"Ada dua tes kejiwaan,diantaranya uji potensi yang dimiliki, daya Kognitif, kepribadian, serta bagaimana type dan watak Mario. Sehingga nanti bisa disimpulkan bagaimana kondisi kejiwaan yang bersangkutan," jelas Kompol Novian.

Selain itu, Novian mengaku akan menggali dan mendalami motif atas semua perilaku yang dilakukan Mario, termasuk aksi nekatnya sebagai penumpang gelap pesawat Garuda Indonesia, sekaligus aktivitas Mario di Bandara Kualanamu Medan, Sumut.

"Ya, kita akan mencari tahu apa motifnya, serta apa maksud dan tujuan perbuatannya," jelas Novian.

Saat ini, Novian belum bisa memeberi kesimpulan terkait kondisi jiwa Mario

"Kita belum bisa memutuskan karena belum memeriksa Mario. Jadi belum tahu apakah Mario memang mengalami gangguan jiwa atau tidak," tandasnya. [Pan]

Tags :# hukum