Lari ke Medan, Mario si penyusup pengen temui Jokowi

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Medan - Mario Steven Ambarita (21) kabur dari rumahnya di kecamatan Bagan Sinembah kabupaten Rokan Hilir (Rohil), setelah penangguhan penahanannya dilakukan. Pemuda yang menyusup ke rongga roda pesawat Garuda Indonesia itu berangkat ke Medan Sumatera Utara untuk bertemu presiden Joko Widodo.
Namun sayang, Mario mengira orang nomor satu di Indonesia itu mendarat di bandara Internasional Kuala Namu Medan, melainkan di Bandara Suwondo, Medan. Tak ayal, karena berkeliaran di bandara sambil menanti presiden Jokowi, Mario akhirnya diamankan setelah wajahnya dikenali petugas setempat.
Kepala Otoritas Bandara Wilayah II di Kualanamu Medan, Nasir Usman, dikonfirmasi wartawan mengaku belum bisa memastikan motif Mario ke bandara tersebut. Pasalnya, kondisi Mario masih labil dan belum bisa diajak bicara.
"Setelah ditemukan petugas mondar-mandir di Bandara Kualanamu, Mario langsung dibawa ke ruangan petugas pengamanan. Saat ini kondisinya masih labil, belum bisa diajak bicara," ujar Nasir, Minggu (19/04/15) malam.
Setelah labil, kata Nasir, Mario akan dimintai keterangan, dimana petugas akan menanyakan tujuannya ke Bandara Kualanamu. Dari sana, Nasir akan memastikan niat Mario kabur dari rumahnya dan pergi ke Medan.
"Jadi belum bisa dipastikan apakah Mario berniat ketemu Pak Presiden atau bagaimana," terang Nasir.
Menurut Nasir, Mario diamankan beberapa petugas Minggu (19/04/15)sekitar pukul 16.30 WIB tadi. Hal itu berawal dari seorang petugas yang sudah mengenali Mario lewat pemberitaan.
"Begitu ditanya, petugas tahu bahwa itulah Mario. Kemudian dibawa ke ruang pengamanan. Nanti, kami akan mintai keterangannya setelah stabil. Selanjutnya akan diserahkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk dibawa ke Pekanbaru," pungkas Nasir.
Sementara itu, itu Ketua Tim PPNS Penerbangan Sipil yang menangani kasus Mario, Rudi Ricardo, dikonfirmasi menyebut akan menahan Mario, setelah diserahkan Otoritas Bandara Wilayah II di Kualanamu.
"Kami sedang mendalami terkait dengan penahanannya, agar proses penegakan hukum dapat berjalan lancar dan tersangka (Mario) tidak mengulanginya," jelas Rudi.
Diberitakan sebelumnya, Mario kabur pada Jumat (17/04/15) dini hari dari rumahnya di Kabupaten Rokan Hilir. Dia meninggalkan sepucuk surat untuk sang ibu, Tiar Sitanggang, dan keluarganya. Dalam isi surat, Mario penggemar olahraga sepak bola ini pun meminta maaf kepada ibunda dan akan merubah hidupnya menjadi lebih baik lagi. [Pan]

