Hamil, Aiyah Gantung Diri

Kisah Bidan Aisyah di Inhu, ditolak ortu sang Pacar karena miskin

Kisah Bidan Aisyah di Inhu, ditolak ortu sang Pacar karena miskin

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Inhu - Juli Aisyah (27), Bidan Puskesmas Polak Pisang Kecamatan Kelayang, tewas gantung diri, Jum'at (17/04/15) kemarin. Ternyata, beberapa hari sebelum mengakhiri hidupnya, Bidan Aisyah sempat berpacaran dengan Riyan, namun ditolak menikah oleh orangtua kekasihnya bernama Warso, warga jalur VI Selanjut Kelayang, kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau.

Hal ini diketahui dari keluarga Almarhumah Bidan Aisyah di rumah duka, dusun Polak Pisang I, Desa Simpang Kota Medan, Kecamatan Kelayang. Pihak keluarga merasa semakin terpukul kerena diketahui Bidan Aisyah telah dihamili oleh kekasihnya Riyan bin Warso.

Riyan dan orangtuanya bernama Warso serta ibunya tega menolak permintaan menikah dari keluarga Bidan Aisyah. Bahkan, Warso dan istrinya yang dikenal orang kaya sombong ini, secara lantang menyatakan tidak ingin menikahkan anak tunggalnya Riyan, karena Bidan Aisyah hidup susah.

"Keponakan saya Aisyah putus asa, karena Riyan dan orangtuanya sudah dua kali menolak permintaan keluarga kami agar Riyan dan Aisyah segera dinikahkan," ujar Ardin Harahap, paman Bidan Aisyah kepada sejumlah wartawan yang ikut mengantarkan jenazah Almarhumah ke pemakamannya di TPU desa Simpang Kota Medan, Sabtu (18/04/15) lalu sekitar pukul 11.00 Wib.

Menurut Ardin, Aisyah adalah anak yang baik dan penurut kepada orangtua. "Tega kali si Riyan sama orangtuanya tak bertanggung jawab, sampai keponakan kami yang baik ini meninggal dunia," tutur Ardin menitiskan airmata.

Bahkan hingga Bidan Aisyah dimakamkan, Riyan dan kedua orangtuanya tidak menunjukkan itikad baik dan rasa berduka.

Setelah mendengar kabar Bidan Asiyah tewas gantung diri pada Jum'at (17/04/15) kemarin, Riyan dan orangtuanya langsung pergi melarikan diri dari kampung tersebut.

"Keluarga Riyan langsung menghilang sejak tersiar kabar Bidan Juli Asiyah meninggal dunia. Saat ini belum diketahui di mana keberadaannya," kata Hadi, salah seorang warga Kelayang.

Juli Aisyah, gadis sederhana ini selama hidupnya dikenal sebagai sosok Bidan yang baik dan pengertian. Dia hanya seorang bidan berstatus Tenaga Kesehatan Sukarela (TKS) di Puskesmas Polak Pisang.

Untuk membantu penghasilan orangtuanya, Bidan Aisyah membuka praktek di rumahnya dalam ruangan yang cukup sederhana berukuran 2X3 meter persegi.

Kepergian Bidan Aisyah mengejutkan banyak pihak, terlebih lagi rekan - rekan seprofesinya. Sebab, sehari sebelum meninggal dunia, pada Kamis malam (16/04/15), Bidan Aisyah masih melaksanakan tugasnya merawat pasien di Puskesmas Polak Pisang.

"Kamis malam Aisyah masih tugas bersama saya. Dia memang terlihat pucat, tapi tetap merawat pasiennya. Semoga Tuhan menerima segala amal, ibadah dan kebaikan Aisyah. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kekuatan dan ketabahan," ucap dr Chrisian. [Pan]

Tags :# hukum