Pegawai Angkasa Pura Pekanbaru protes atasannya dicopot

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Sejumlah pegawai Angkasa Pura Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru memprotes keras pencopotan General Manager Slamet Samiadji dan Kepala Pengamanan Muhammad Ikhwan oleh Kementerian Perhubungan.
Salah satunya dari Airport Duty Manager, Baiquni. Menurutnya, keputusan itu sangat tak adil bagi kedua pejabat itu karena tak sesuai dengan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.
"Kenapa cuma dua orang saja yang dicopot. Kenapa komite pengawas bandara juga tak dicopot. Semuanya harus kena, baik itu atasan sampai petugas teknis di lapangan," ketus Baiquni, ditemui di ruangannya, Kamis (09/04/15).
Menurut Baiquni, dalam Undang Undang Penerbangan, tanggungjawab pengamanan bandara dimulai dari atasan, komite pengawas, kepala pengamanan dan seluruf staf teknis yang bertugas di lapangan.
"Sehingga ketika ada masalah. Semuanya ini kena. Harus sampai ke petugas yang bertugas di lapangan, karena mereka yang mengawasinya," kata Baiquni.
Atas kejadian aksi nekat Mario Steven Ambarita (21) yang menyelinap ke rongga roda pesawat Garuda Indonesia, Baiquni juga siap bertanggungjawab seperti yang dialami atasannya, Slamet Samiadji.
"Kita semua di Bandara SSK II siap bertanggungjawab atas semua kejadian ini. Tidak hanya GM dan kepala pengawasan saja," terang dia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan merotasi GM Bandara SSK II yang baru bertugas sekitar sepekan itu.
Kementerian menyatakan, lolosnya Mario dari sistim pengawasan wilayah steril Bandara SSK II Pekanbaru sampai masuk ke roda pesawat mutlak menjadi tanggung jawab pengelola bandara tersebut. [Pan]

