22 damkar dikerahkan, api di toko petasan Pekanbaru tetap nyala

22 damkar dikerahkan, api di toko petasan Pekanbaru tetap nyala

Cahaya api dari letusan petasan dari ruko yang terbakar di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru, Selasa (07/04/15). | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Lima jam terbakar, api di dua rumah toko (ruko) yang menjual mainan anak-anak dan petasan alias mercon di jalan Ahmad Yani, masih membara dan mengkhawatirkan warga sekitar. [Baca : Bak pesta kembang api, ruko jual Petasan di Pekanbaru terbakar]

Warga berharap, api segera dipadamkan oleh penjinak api dari tim pemadam kebakaran (damkar) Pekanbaru.

Kebakaran yang terjadi Selasa (7/4) sejak sekitar pukul 18.30 wib itu sempat membuat kemacetan karena warga sekitar yang memarkirkan kendaraannya baik roda dua dan roda empat berhamburan meninggalkan lokasi khawatir menyambar kendaraan mereka.

Sebab, letusan petasan dari dalam ruko yang tidak jauh dari kantor Polresta Pekanbaru itu kerap menyembur ke jalan Ahmad Yani, Pekanbaru dan membuat warga yang juga kebetulan melintasi lokasi saling membunyikan klakson berharap terhindar dari letupan petasan.

Guna mengatasinya, Pemerintah kota Pekanbaru menerjunkan 22 mobil pemadam kebakaran lengkap dengan 60 personil Damkar Kota Pekanbaru, Riau dikerahkan untuk memadamkan api toko mainan Happy Toy yang menyimpan petasan tersebut.

"Kami mengerahkan seluruh pasukan dan kekuatan untuk memadamkan api ini," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru, A Mius di lokasi kebakaran.

Ruko dua pintu berlantai tiga yang seharinya diketahui menjual mainan terbakar sehingga menimbulkan semburan petasan tersebut berhambur ke luar dengan radius mencapai 1 kilometer.

Menurut A Mius, upaya pemadaman yang dilakukan ini merupakan upaya pemadaman kebakaran yang terlama yang pernah ia alami bersama anggotanya.

"Penyebab lamanya pemadaman adalah karena sebagian besar bahan yang disimpan di dalam ruko tersebut merupakan petasan. Lihat saja, berjam-jam petasan tersebut meledak silih berganti," ujarnya.

Selain itu, bahan mainan yang terbuat dari plastik juga membuat upaya pemadaman semakin sulit. Padahal, saat awal kebakaran terjadi, kondisi cuaca di Pekanbaru sedang hujan lebat, namun hal tersebut tidak banyak membantu dalam upaya pemadaman.

"Kami melakukan upaya pemadaman api semampunya untuk mencegah api menyebar, termasuk memadamkan api dengan menggunakan busa," pungkas A Mius. [Pan]