PT Hutahaean Ngaku Rugi
Potong Gaji dan Hapus Tunjangan, PT Hutahaean didemo karyawan

Ribuan Karyawan PT Hutahaean Dalu-Dalu Rokan Hulu Berunjuk Rasa di Kantor | Istimewa | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Rohul - Tak terima gajinya dipotong dan tunjangan kesehatannya 2 bulan terakhir dihapus, ribuan karyawan PT Hutahaean di Dalu-dalu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berunjuk rasa di Kantor Kebun itu, Senin (06/05/15).
Mereka memprotes aksi pemotongan gaji yang berbeda-beda. Disebutkan, bagi karyawan panen, pemotongan sebesar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu. Dan, bagi karyawan seperti tenaga pengamanan, pemotongan bervariasi, antara Rp700 ribu, Rp800 ribu, bahkan sampai lebih dari Rp1 juta.
Parahnya, mereka mengaku, beberapa tunjangan karyawan dihapus. Antara lain, tunjangan kesehatan keluarga, tunjangan perumahan, tunjangan jabatan dan tunjangan lainnya.
"Seluruh tunjangan dihapus, termasuk tunjangan kesehatan. Untuk tunjangan digabungkan ke gaji pokok. Kalau keluarga kami sakit bagaimana?," kata seorang karyawan PT Hutahaean, Ali, saat orasi.
Selain itu, karyawan yang sudah lama bekerja gajinya malah dipotong. Tapi, gaji karyawan baru, tak turun.
"Mereka (Perusahaan) mengaku rugi. Tapi kok bisa bangun Water Park di Duri. Padahal, disinilah (Dalu-dalu) induknya. Berdirinya Labersa juga dari sini, tapi malah kebun ini yang dibilang rugi," ketus Johan, karyawan PT Hutahaean lainnya.
Johan mempertanyakan, jika memang perusahaan rugi, kenapa hanya gaji karyawan PT Hutahaean di Dalu-dalu dan di Teluksono Kecamatan Bonai Darussalam, yang dipotong. Apalagi penghapusan tunjangan. Sedangkan, gaji karyawan di Labersa Pekanbaru dan yang di kebun lain seperti Sumatera Utara tak dipotong.
"Kami minta kejelasan dari manajemen. Apa alasan perusahaan memotong gaji dan menghapus tunjangan secara sepihak," ucap Johan.
"Aksi ini adalah keputusan bersama," sambungnya.
Selain pemotongan gaji dan tunjangan yang dihapus, mereka juga mempertanyakan nasib buruh harian lepas (BHL) di PT Hutahaean. Pasalnya, mereka sudah bekerja lebih dari setahun, tapi, tak kunjung diangkat sebagai karyawan tetap.
Meski tak ada korban, namun unjukrasa di Kantor Kebun PT Hutahaean sempat ricuh. Pasalnya, saat itu, seorang karyawan berusaha membubarkan unjuk rasa yang membuat massa sempat marah. Kericuhan itu akhirnya mampu diatasi setelah pihak kantor menyatakan jajaran Direksi dari Pekanbaru akan turun menemui karyawan. [cp]

