PKS PT MAN di Rohul kerap buang limbah, BLH tutup mata

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Rohul - Warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara mempertanyakan hasil uji sampel Laboratorium dari dugaan pencemaran lingkungan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Merangkai Artha Nusantara (MAN). Sampel limbah itu telah dikirim Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke Laboratorium.
Sebelumnya, dugaan pencemaran limbah terjadi di Sungai Juragi, Desa Bangun Jaya, baru diketahui warga pada Senin (02/03/15) silam. Namun, sampai hari ini, warga di dekat lokasi PT MAN belum mengetahui hasil uji Laboratorium yang diduga terjadi di PKS tersebut.
Seorang warga Bangun Jaya, Abdul Karim mengatakan saat mengetahui banyak ikan mati di Sungai Juragi, sehari kemudian, Selasa (03/03/15), warga melaporkan masalah itu ke BLH Rohul.
"Kita sudah lapor ke BLH sekitar tiga minggu lalu. Namun belum ada jawaban sampai hari ini," kata Abdul Karim, Kamis (02/04/15).
Diakuinya, dugaan pencemaran lingkungan di PKS PT MAN bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, di pabrik itu warga juga pernah menemukan ribuan ikan mati di aliran Sungai Juragi.
Namun demikian, BLH Rohul saat itu tidak menemukan ada indikasi pencemaran lingkungan di PKS PT MAN. Hasil uji sampel limbah di Laboratorium negatif.
Karena belum juga mendapatkan informasi hasil uji Laboratorium, Abdul Karim menilai bahwa BLH Rohul tidak serius dalam menangani dugaan pencemaran lingkungan di PKS PT MAN.
"Katanya dalam 14 hari hasil uji sampel sudah keluar, namun sudah lebih tiga minggu nggak ada informasi hasilnya dari BLH," jelas Karim dengan nada kesal di ujung telepon.
Abdul Karim mengaku saat ini banyak ikan mati di Sungai Juragi. Petugas BLH Rohul juga telah turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi. Saat itu, warga melihat air di Sungai Juragi telah berubah warna menjadi kehitaman yang diperkirakan terjadi Senin (02/03/15) lalu.
Terlepas itu, Abdul Karim mengakui meski PKS PT MAN telah beroperasi lebih kurang 15 tahun, namun perusahaan itu dinilai belum memberikan sumbangsih bagi warga Bangun Jaya.
Sebelumnya, Tokoh Pemuda Bangun Jaya, Suparman, mengatakan dugaan limbah di PKS PT MAN belum ada kejelasan dari pihak bertanggung-jawab. Padahal, warga masih menunggu hasilnya.
"Kita berharap BLH Rokan Hulu lebih tegas dalam menangani dugaan perusakan lingkungan," katanya kepada wartawan.
Suparman menjelaskan akibat terlambatnya hasil uji Laboratorium, tidak sedikit warga mengindikasi ada permainan antara perusahaan dengan oknum di BLH Rohul. Namun demikian, dirinya tidak mau berspekulasi negatif terkait masalah tersebut.
"Kita serahkan seluruh penyelesaian kepada BLH Rohul," jelas Suparman.
Sementara itu, Kepala BLH Rohul Hen Irpan mengatakan karena Laboratorium BLH Rohul belum terakreditasi. Dari itu, sampel limbah diambil dari Sungai Juragi dikirimkan ke Laboratorium Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau.
Karena banyak yang harus diuji, Hen Irpan memperkirakan, sampel limbah di kirim oleh BLH Rohul belum diuji oleh pihak Laboratorium Dinas PU Riau. Dirinya akan berkoordinasi dengan pihak Laboratorium.
Dari indikasi awal, Hen menduga bahwa baku mutu limbah di PKS PT MAN di atas ketentuan, sebab itu limbah tidak boleh dikeluarkan atau dibuang ke aliran sungai. [cp]

