Ketua GRANAT PAC Tenayan Raya: Seharusnya Polda Riau Transparan Terkait Penangkapan Barang Haram

Bidnen SH, Ketua Gerakan Anti Narkotika DPC Tenayan Raya

Beritariau.com, Pekanbaru - Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Gerakan Anti Narkotika Wilayah Kulim-Tenayan Raya, Bidnen SH, menanggapi terkait informasi penangkapan ribuan pil ekstasi dan Jenis sabu di perumahan Bafanda, di wilayah kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, Kamis (19/01/2023) 

"Awalnya saya tidak mengetahui kejadian tersebut, saya dihubungi oleh rekan DPC GRANAT Pekanbaru yang menanyakan kejadian itu," katanya.

"Saya sempat juga menanyakan terkait peristiwa tersebut kepada seorang Kanit di Polsek Tenayan Raya dihari Kamis (19/1) lalu, dan jawabannya kurang monitor," sambungnya.

Dijelaskannya, pihaknya selaku ketua DPAC GRANAT Kulim-Tenayan Raya, meskipun masih menunggu pelantikan, ia mengaku bangga dan sangat mengapresiasi Polda Riau atas kerja keras tersebut. 

Dikabarkan, temuan itu pada Jumat (6/01/2023) lalu. Mengingat pihaknya sebagai ketua GRANAT di wilayah tersebut, masuknya barang haram di Wilayah Kecamatan Tenayan Raya, menjadi acuan kuat oleh DPC GRANAT terhadap Kapolda Riau.

Pengungkapan itu terjadi salah satu rumah kosong dan didapati puluhan Kg Sabu, dan ribuan butir Pil Ekstasi.

"Penangkapan itu tanggal 6 januari, kenapa pihak aparat tidak transparan menginformasikan sebelumnya? Sudah pasti itu jaringan internasional, apa benar ribuan butir pil ekstasi dan sebanyak 20 kg sabu?," tanyanya.

"kita ikuti saja instruksi Direktur Ditresnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Yos Guntur, karena di media, beliau mengatakan masih diproses pengembangan," sebutnya.

Ia mengatakan, untuk lebih lanjut, media dapat melanjutkannya pertanyaan kepada bapak Kapolda Riau.

"Melalui ini, saya juga menghimbau kepada masyarakat apabila mendapati kecurigaan terhadap orang baru yang tak dikenal diwilayahnya diharapkan kepeduliannya untuk segera berkoordinasi pada pihak kepolisian dan terkait penyalahgunaan narkoba bisa juga melaporkan ke GRANAT diwilayahnya," sambungnya.

Sementara itu Kapolda Riau, Melalui Humas Polda Riau, Kombespol Sunarto, saat dihubungi lebih dalam lagi terkait penangkapan dan temuan itu, belum dapat memberikan keterangan lanjut.

"Nanti diekspose," Jelasnya. (*)