Aksi Saling Dorong diwarnai tangisan Pedagang

Pedagang di Pasar Perawang Siak lawan petugas akan digusur

Pedagang di Pasar Perawang Siak lawan petugas akan digusur

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di pasar Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Kamis (15/01/15) berlangsung panas, para pedagang berusaha menghalang-halangi petugas dan mencegah alat berat sampai ke lokasi Pasar Pagi.

Informasi yang dirangkum, usaha mereka gagal. Tim gabungan terdiri dari satuan polisi pamong praja (Satpol PP), polisi dan TNI AD tidak lagi memberikan toleransi. Pedagang hanya bisa menatap pasrah saat kios mereka dibongkar, bahkan ada pedagang yang menangis.

Pedagang dan petugas sempat saling dorong saat akan memasuki areal Pasar Pagi. Pedagang lebih keras lagi menolak. Meski sempat ricuh namun penertiban berjalan aman dan lancar.

Penertiban dipimpin langsung Camat Tualang Zulkifli MSi,Kapolsek Tualang Kompol Nurhadi Ismanto, Kasatpol PP Kabupaten Siak Hadi Sanjoyo dan Danramil Peltu Sutoto dan Lurah Tualang Rizanaky Kadri.

Sekitar 200 orang pedagang kaki lima terdiri dari PKL Pasar pagi dan Tuah Serumput menggunakan lokasi yang dilarang untuk digunakan  penjualan oleh pemerintah.

Selain mengarahkan alat berat, petugas juga membongkar langsung bangunan kios. Sementara pedagang yang berjualan di areal parkir pasar Tuah Serumpun dengan sendiri membongkar lapak dagangan.

Camat Tualang Zulkifli menyampaikan sebelum dilakukan  penertiban,pihak Upika dan dinas terkait telah melakukan sosialiasi kepada pedagang.

Lahan yang digunakan oleh pedagang Pasar Pagi merupakan lahan BOB. "Juga kami menertibkan Pasar Tuah Serumpun karena PKL berjualan di areal parkir kendaraan," jelas camat.

Dikatakan camat, pemerintah telah menyediakan tempat penjualan yakni di lokasi Jalan M Yamin Kelurahan Perawang atau di belakang Pasar Tuah Serumpun yang masih kosong. [red]