Pemko: Hanya Relokasi Bukan Menggusur

Curhat Pedagang Pasar Agus Salim: Habis Pandemi Terbit Penggusuran..

INSET - Suasan Pasar Agus Salim Pekanbaru | Beritariau.com 2021

Beritariau.com, Pekanbaru - Sejumlah pedagang Pasar Agus Salim, kecewa dengan penggusuran yang dilakukan Walikota Pekanbaru Firdaus. Alasannya, tempat relokasi yang disediakan terlalu sempit, rawan banjir, dan desain bangunan yang asal jadi.

Salah seorang pedagang daging, Herman (54), mengatakan bangunan relokasi yang disediakan sebenarnya sudah lama berdiri. Namun, ia bersama pedagang lain tidak pernah menempati bangunan itu lantaran asal jadi. 

"Kami baru bernafas usai pandemi, sekarang kami digusur Pemerintah pilihan kami," kata Herman (54), Senin (22/11/21) ditemui di Pasar Tradisional Agus Salim.

Penolakan relokasi, juga disampaikan seorang pedagang sayur bernama Nurwati. Ia juga mengaku kecewa dengan kebijakan Walikota Firdaus. "Kami tidak setuju dan kecewa," katanya.

Tak hanya itu, Armen yang mengaku sebagai Ketua aliansi Pasar Pusat (Pasar Tradisional Agus Salim) mengungkapkan bahwa, sosialisasi yang dilakukan Pemko tak melibatkan semua Pedagang.

Saat penggusuran, kata Armen, ia sudah memohon kepada Kasatpol PP Iwan Simatupang untuk membiarkan para pedagang membongkar sendiri.

"Saya sudah minta tolong kepada Pak Kasatpol PP untuk memberi waktu 1-2 hari, namun penggusuran paksa tidak terhindarkan lagi," katanya.

Respon Dinas Terkait

Menanggapi itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian melalui Kabid Pasar Hendra Putra yang saat itu melakukan Peninjauan lapangan mengatakan bahwa,pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan surat pemberitahuan terlebih dahulu.

"Kita sudah sosialisasi kepada RT/RW serta perwakilan pedagang, dan sudah memerintahkan bongkar sendiri. Semua fase sudah kita lakukan," ujar Hendra.

Hendra juga heran terhadap pedagang yang memilih berdempetan tidak teratur. "Pedagang yang berjemur dan berdempet apakah layak?," sahut Hendra.

Hendra juga mengatakan, hal ini merupakan relokasi bukan penggusuran. "Kita menggusur bangunan liar, bukan pedagang." ujarnya. (*)