Dukung Surat Edaran Walikota Pekanbaru

Tokoh Agama Riau ajak warga tidak Takbir keliling & Salat Ied di Rumah saja

BACA PERNYATAAN - Lintas tokoh agama membacakan pernyataan sikap tentang pelaksanaan salat idul fitri 1442 hijriah | ist

Beritariau.com, Pekanbaru - Lintas tokoh agama sepakat untuk mendukung SE Walikota Pekanbaru No 10/2021 yang dikeluarkan pada tanggal 6 Mei 2021 dengan membuat pernyataan tertulis.

"Kami sepakat untuk mendukung surat edaran Walikota Pekanbaru agar masyarakat tidak melaksanakan takbir keliling dan himbauan untuk Salat Idul Fitri 1442 H di rumah masing-masing. Tidak di lapangan terbuka maupun mesjid," kata Sekretaris Umum MUI Riau, H Abu Nawas, saat menggelar pertemuan dengan Tokoh Agama Riau lainnya di Mapolda Riau, Selasa (11/5/2021).

Pertemuan membahas status zona merah covid-19 dan pelaksanaan ibadah hari raya Idul Fitri 1442 H sebagaimana telah diterbitkan surat edaran oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Hadir pada pertemuan tersebut, Sekretaris Umum MUI Riau, H Abu Nawas, Ketua IKMI Riau, Sekretaris Umum PW Muhammadiyah Riau, Yusman Yusuf, Ketua GP Ansor Purwaji dan Kepala Ponpes Nurul Huda, KH Tohir.

Seperti diketahui, Kota Pekanbaru terkonfirmasi positif per tanggal 10 Mei 2021 sebanyak 22.688 dan angka kematian 476 orang. Dengan kasus itu, maka Ibukota Provinsi Riau ini telah ditetapkan sebagai daerah zona merah.

Abu menghimbau juga agar pelaksanaan salat Idul Fitri di luar wilayah Kota Pekanbaru, berpedoman dengan Surat Edaran maupun keputusan Kepala Daerah Bupati/Walikota masing-masing.

"Para tokoh agama bersama petugas keamanan akan menjaga SE Pemda tersebut benar-benar dipatuhi dan dilaksanakan," kata dia.

Sementara itu, Kapolda Riau, Irjen Agung mengatakan, pihaknya melakukan rapat koordinasi untuk menggelorakan dan mengajak tokoh agama menjadi salah satu bagian dalam penyempaian penerapan prokes.

"Ini merupakan upaya kita dalam memutus rantai covid-19 yang ada Riau khususnya di Pekanbaru, upaya ini merupakan kegiatan bersama dalam penyampaian terhadap masyarakat dalam penyelenggaraan shalat id di wilayah kota Pekanbaru," ungkap Agung.

Agung berharap masyarakat dapat mengikuti arahan pemerintah dalam penerapan prokes untuk memutus penyebaran covid-19.

“Saya berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah mengikuti peraturan yang telah berlaku, kita terus melakukan edukasi kepada masyarakat,” urainya.

Berikut isi pernyataan sikap bersama tokoh Agama di Riau

Memperhatikan tingginya angka covid-19 di kota Pekanbaru dan Provinsi Riau pada umumnya, kami tokoh agama (MUI Riau, IKMI Riau, Ketua PW Muhammadiyah Riau, Ketua GP Anshor, dan Kepala Pondok Pesantren Nurul Huda) menyatakan:

1. Mendukung surat edaran Pemerintah Kota Pekanbaru untuk melaksanakan salat ied di rumah masing-masing, tidak di lapangan maupun masjid-masjid.

2. Meminta seluruh masyarakat Kota Pekanbaru untuk sama-sama mematuhi dan melaksanakan surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.

3. Untuk pelaksanaan salat idul fitri di luar wilayah Kota Pekanbaru, agar mempedomani dan menyesuaikan dengan surat edaran maupun surat keputusan kepala daerah Bupati/Walikota masing-masing.

4. Kami akan mengawal agar surat edaran pemerintah daerah tersebut benar-benar dipatuhi dan dilaksanakan.