Kemitraan Membekali Petani Generasi Kedua

Penulis : user | Selasa, 08 Desember 2020 - 14:45 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru -- Sebagai salah satu perusahaan dengan jumlah kemitraan dengan petani terbesar di Indonesia, Asian Agri berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup petani dan mendukung pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan di Indonesia. 

Hubungan antara Asian Agri dan petani mitra pun tidak hanya sebatas penjual dan pembeli hasil panen tandan buah segar, melainkan difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh petani mitra melalui pelatihan dan pendampingan di lapangan sehingga para petani dapat menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan menjadi aset penting industri perkebunan kelapa sawit. 

Oleh karena itu, sebagai upaya peningkatan kualitas kemitraan dengan petani, Asian Agri melaksanakan program pembekalan pendidikan berkelanjutan kepada petani generasi kedua  dengan tujuan agar petani mitra generasi kedua ini dapat mengelola kebun sawit mereka secara berkelanjutan. 

Program  pembekalan pendidikan ini diawali dengan  pelatihan intensif selama seminggu kepada 20 peserta generasi kedua yang telah direkomendasikan oleh 12 KUD mitra di Kabupaten Pelalawan dan Siak, Provinsi Riau. 

Adapun yang mengikuti pembekalan pendidikan ini adalah anak petani mitra Asian Agri yang telah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Sedangkan trainer atau pemberi materi pembekalan pendidikan kelapa sawit berkelanjutan yaitu para staf Asian Agri yang professional dan berpengalaman di bidangnya masing-masing. 

Pantun Sihombing, Deputy Head Kemitraan mengatakan, “Di masa pandemi ini, tentunya pelatihan dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku dan peserta wajib melakukan rapid test untuk memastikan kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar.”

Pembekalan pendidikan dilakukan di dalam ruang kelas maupun luar kelas, dengan materi awal yang akan membuka wawasan petani agar tidak ragu dan takut menghadapi proses peremajaan sawit atau replanting, dengan fokus pada tiga proses replanting, yaitu proses penumbangan, penanaman dan pemeliharaan.

Pada proses penumbangan, peserta diedukasi mengenai penggunaan teknologi seperti GPS, Kompas, and Klinometer yang dapat menentukan kemiringan dan kelurusan rumpukan  lahan kebun sawit. Pada proses penanaman, peserta dibekali pengetahuan tentang pentingnya memilih benih unggul yang akan menentukan tingkat produktivitas kebun sawit .

Selanjutnya, pada proses pemeliharaan, peserta dibimbing untuk mengetahui cara menganalisa daun, tanah, dan hama agar dapat menentukan pilihan pupuk,  serta memahami praktik pengendalian hama terpadu seperti pemanfaatan predator alami dan cara mengurangi hama sawit dengan prinsip ramah lingkungan. 

Dalam rangka membangun kemampuan sumber daya manusia yang handal,  pembekalan ini tak hanya memberikan pengetahuan teknis, tapi juga membentuk  mental dan fisik para peserta melalui aktivitas kelompok di luar kelas. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemampuan peserta dalam bekerja sama dengan tim.

Pantun menjelaskan, program pembekalan pendidikan bagi para petani generasi kedua ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para petani yang tidak hanya handal dalam praktik pengelolaan sawit berkelanjutan tapi juga memiliki karakteristik kepemimpinan yang kuat serta profesional dalam bekerja. 

Melalui program ini, Asian Agri turut berkontribusi untuk mewujudkan tujuan berkelanjutan yang dicanangkan dalam   Sustainable Development Goals (SDGs), terutama terkait tujuan di bidang pendidikan berkualitas dengan memberikan akses setara bagi para petani khususnya para petani generasi kedua untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kualitas diri. 

Dalam rangka menyukseskan program peremajaan sawit atau replanting, Asian Agri berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten, serta mendapat arahan dari jajaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Jambi serta di tingkat kabupaten sehingga program pembekalan pendidikan bagi petani generasi kedua ini akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan dengan beragam rangkaian ajaran yang berbeda untuk membangun generasi petani sawit yang cerdas, kompeten, dan berkualitas di masa depan.

Diharapkan para petani generasi kedua ini akan mendampingi dan turut membantu mengawasi proses peremajaan yang dilaksanakan KUD masing-masing dengan prinsip berkelanjutan yang telah mereka pahami. * (rls)
 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :