Akhir Cerita Si Pembunuh Sopir

Penulis : user | Minggu, 27 September 2020 - 20:56 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - Keji, biadab, bedebah. Itulah mungkin segelintir dari kerumunan kata makian yang pantas disematkan kepada dua pria ini. Dengan kejam, mereka tega menghabisi nyawa pengais nafkah dengan cara yang mengenaskan.

Tubuh si pencari nafkah bernama Muhammad Alhadar itu ditusuk-tusuk dengan pisau, lalu diceburkan ke dalam kolam. Jasad korban ditemukan di sebuah kolam, tepat di belakang rumah Kecamatan Tualang, Siak, Riau, beberapa waktu setelah kasus hilangnya korban sempat viral di media sosial.

Selain keji, para tersangka ini juga tak berhati nurani. Usai membunuh korban  di Kabupaten Siak, keduanya justru berpesta pora, berfoya-foya di panti pijat di Binjai, Sumatera Utara.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Minggu mengatakan kedua tersangka yang dibekuk itu adalah AN alias Andre (24) dan DV alias Devi (31). 

Pengungkapan kasus ini berawal dari fakta-fakta yang didapatkan di lokasi kejadian di rumah milik pelaku.

“Kita lakukan penggeledahan dan mencari fakta-fakta yang ada di dalam rumah itu. Ternyata rumah tersebut, yaitu rumah yang menjadi saksi pembunuhan para pelaku terhadap korban M Alhadar,” kata Agung.

Rumah yang berjarak lebih kurang 50 meter dari lokasi temuan jasad korban M Alhadar itu, merupakan rumah milik pelaku AN alias Andre. Di sanalah korban mendapat penganiayaan dan kekerasan hingga meninggal dunia, lalu dibuang.

Dalam rumah tersebut, polisi menemukan barang milik korban berupa satu unit handphone, satu botol parfum dengan bercak darah, satu helai kain sarung, satu helai sarung pisau.

Dalam rumah itu ditemukan banyak bercak darah dimana-mana. Kemudian kita mengidentifikasi bahwa korban dibunuh di dalam rumah tersebut. Dari hasil penyelidikan bahwa penyebab kematian korban yaitu penganiyaan.

Para pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara dipukul menggunakan benda tumpul dan juga benda tajam secara berulang kali. Bahkan, pelaku menusuk badan korban berulang kali.

Pelaku melarikan mobil milik korban jenis Daihatsu Xenia warna abu metalik dengan Nomor Polisi (Nopol) BM 1516 PB. Mobil itu dilarikan ke Kota Binjai, Sumut. Sesampainya di sana, pelaku mengubah warna mobil untuk menghilangkan jejak menjadi warna hitam menggunakan cat begitu juga dengan Nlnopol diganti menjadi BK 1888 MQ.

Dari hasil interogasi, pelaku AN alias Andre berperan menghubungi korban sebagai penyewa. Sesampainya di rumah, korban ditusuk bagian perut dengan menggunakan pisau sebanyak empat kali lalu mengikat korban menggunakan tali nilon.

Kemudian pelaku DV alias Devi memukul bagian kepala, dada dan punggung dengan benda tumpul. Sedangkan, kedua pelaku yang tengah buron turut menganiaya korban dengan membacok leher korban menggunakan parang dan juga menusuk ulu hati.

“Pelaku ini terbilang lihai, barang bukti berupa mobil korban dilarikan keluar daerah. Di sana warna dan nomor polisi diganti, rencananya akan dijual pelaku. Motifnya hanya ingin menguasai barang milik korban,” tukas Agung.

Terhadap para pelaku, disangkakan pasal pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yakni Pasal 340 KUHPidana, Pasal 338 KUHPidana dan Pasal 365 ayat (3) KUHPidana. “Dengan ancaman pidana hukuman mati atau hukum penjara seumur hidup 20 tahun,” tutupnya.

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :